Antara Negara Islam di 'Iraq dan Daulah Nabawiyyah
Antara Negara Islam di 'Iraq dan Daulah Nabawiyyah
Antara Negara Islam di 'Iraq dan Daulah Nabawiyyah
Oleh Syaikh Abu Hamzah al-MuhajirPertanyaannya sekarang, apakah negara Islam di 'Iraq telah memenuhi syarat sebagai sebuah negara dari segi luas wilayah, kekuatan, dan pengaruh bila dibandingkan dengan kondisi daulah nabawiyyah (negara nabi) dalam hal ujian yang dihadapi oleh kedua negara tersebut dan perbedaan yang besar antara keduanya.
Saudaraku setauhid, saya tidak akan berbicara tentang Wilayah Al Anbar dan keperkasaannya. Bagaimana ia menghinakan kekafiran dan panjinya. Bagaimana ia meninggikan Islam dan akidahnya melalui tangan-tangan prajurit negara Islam dan memang musuh terus mengakui akan hal itu.
Saya tidak akan berbicara tentang tempat peristirahatan Islam di Diyala dan berbagai pertempuran yang dialami penduduknya. Bagaimana mereka bisa meraih keperkasaan, pada suatu hari berpesta karena telah berhasil melepaskan diri dari cengkeraman orang-orang murtad di Wilayah Baqubah secara umum.
Saya tidak akan berbicara tentang Wilayah Maushul dan para pahlawannya. Pula, tentang substansi pengakuan si murtad Muhafizh Al Hadda, sang penanggung jawab, bahwa orang-orang murtad benar-benar sudah kehilangan cengkraman atas Wilayah Maushul. Dia sendiri dan kelompoknya terkepung di daerah Ad Diwasah dan bahwa kekuatan dan pengaruh di Wilayah Maushul secara umum ada pada negara Islam.
Saya tidak akan berbicara tentang Baghdad dan berbagai tepinya. Kenapa Al Hakim meminta Wilayah Kurkh untuk kaum Sunni sedangkan Rashafah untuk kaum Syi'ah Rafidhah? Kenapa Amerika menamakan Wilayah Ridhwaniyyah, Yusufiyyah, dan Iskandariyyah sebagai wilayah segitiga maut? Pada waktu itu saya berkesempatan untuk mengawasi wilayah ini dan saya tahu bagaimana masuknya Amerika dan orang-orang murtad ke wilayah ini hanyalah laksana sebuah impuan yang sangat sulit tercapai.
Saya tidak akan berbicara tentang Wilayah Kirkuk dan Shalahuddin serta berbagai karunia Allah yang diberikan kepada kedua wilayah ini. Bagaimana Wilayah Shalahuddin bisa jatuh secara total di tangan para prajurit negara Islam, terkecuali Wilayah Tikrit.
Sekarang saya hanya akan berbicara tentang wilayah terlupakan yang merupakan bagian dari wilayah negara Islam yang masih muda tersebut, terutama sebelum para pengkhianat penjahat kafir —yang berasal dari orang-orang sebangsa dengan kami- berkonspirasi untuk menghabisi karena kedengkian dan kebencian kalau sampai manhaj salaf bisa berkuasa di bumi Allah.
Saya akan bercerita tentang ‘Arab Jabur dan sekitarnya. Allah telah memuliakan wilayah ini dengan nikmat jihad di jalan Allah sejak hari pertama masuknya penjajah sampai bergabungnya seluruh mujahidin dan para tokohnya di bawah panji negara Islam. Di wilayah ini saja jumlah tentara kami mencapai 3000 mujahid. Mereka menegakkan hudud (hukum Islam), mengembalikan berbagai kezaliman, menyebarkan rasa aman, dan membantu kaum papa. Itu terjadi setelah mereka terjun dalam peperangan yang sengit melawan penjajah dan antek-anteknya sehingga bisa membersihkan bumi 'Arab Jabur dari kotoran najis para penjajah dan mengusirnya dari sana dalam keadaan terhina dan merugi. Allah memberikan anugerah kepada mereka dengan menjadikan bumi mereka bersih dari kendaran-kendaran tempur penjajah. Kemudian membersihkan langit mereka dari pesawat-pesawat penjajah. Mereka memulai dengan menghancurkan helikopter-helikopter kemudian baru jet-jet tempur. Terakhir mereka bisa mencegah semua jenis pesawat untuk masuk ke wilayah udara mereka.
Di sini, pembantu panglima pasukan Amerika muncul di depan publik mengatakan dengan terus terang, “Wilayah ini ('Arab Jabur) ada di luar area kekuasaan negara Islam.” Hal itu mengundang pasukan strategis Amerika dan negara-negara tetangga pengkhianat yang bekerja sama dengan antek-antek mereka di Majelis Politik untuk membombardir Wilayah 'Arab Jabur. Mereka mengumumkan wilayah itu merupakan wilayah terbakar dan diharamkan bagi setiap apa saja yang merangkak di muka bumi. Perlu diketahui bahwa area 'Arab Jabur dan sekitarnya jauh lebih luas dari kawasan Kota 'Arab Jabur yang sekarang bukan pada hari dideklarasikannya negara nabi.
Pertanyaannya, seandainya negara Islam hanya di Wilayah Arab Jabur, bukankah negara Islam sudah bisa menjadi negara yang sepenuhnya?
Segala puji bagi Allah, sekarang kita bisa memberikan kabar gembira kepada umat Islam, meskipun ada pengkhianatan dari Persaudaraan Muslim (Ikhwanul Muslimin) di bawah pimpinan Partai Islam (Hizbul Islam) dan pengkhianatan kaum Sururiyyin di ‘Iraq di bawah pimpinan Pasukan Islam (Jaisy Islam), —dengan daya dan kekuatan Allah- kami masih bisa menguasai banyak daerah semisal 'Arab Jabur, Diyala, Maushul, Kirkuk, Baghdad, dan Anbar.
Kami mengakui, meskipun pahit rasanya, bahwa kami banyak mengalami kerugian dari banyak daerah pasca murtadnya beberapa jemaah bermasalah dan bergabung ke Majelis Politik (shahwat, ed.) untuk perlawanan dan bergabung dengan aliansi penjajah salibis. Mereka adalah mata-mata dan pembantu terbaik bagi pihak penjajah, apalagi mereka campu baur dengan kami dan kami melihat mereka sebagai saudara seagama hingga mereka menikam kami dari belakang. Hasbunallah wa ni'mal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).
Sebagai penutup, saya ucapkan selamat kepada kaum muslimin dan kelurga kami di negeri dua aliran sungai, terutama para tentara negara Islam dengan datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah. Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kita dan kalian pada bulan yang mulia ini, bulan jihad dan istisyhad (mencari kesyahidan) di jalan Allah.
Ya Rabb, Zat yang memiliki keutamaan dari atas langit
Puasa dan dahaga ini ikhlas hanya untuk-Mu
Para algojo musuh-musuh kami selalu menzalimi kami
Binasakanlah orang-orang kafir yang tidak pernah takut kepada-Mu yang maha Agung
Semoga Allah memberikan taufik di dalamnya amalan-amalan saleh, terbaik, tersuci, dan paling sempurna. Jadilah kalian di dalamnya ruhbanul lail (ahli ibadah di waktu malam) fursanun nahar (penunggang kuda di waktu siang). Umat Islam menunggu-nunggu perang dan jihad kalian di bulan yang mulia ini. Sejukkan dada kaum mukminin dan perlihatkan kepada orang-orang kafir apa yang mereka takutkan.
Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, pelampauan batas kami dalam urusan kami.
Teguhkan telapak kaki kami dan tolonglah kami untuk mengalahkan orang-orang kafir.
Sumber: Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir, Daulah Nabawiyah (Negara Nabi), (1429 H: Muassasah Al-Furqon Lil Intaj Al-Ilamiy, Diterjemahkan oleh Abu Ahmad), hlm. 43-45, dengan perubahan.
Penulis: Abu Ayyub Al Mishri
Penerjemah: Abu Ahmad
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari/div