data:post.title

Bagaimana Para Tagut Melindungi Khawarij Takfiri

Bagaimana Para Tagut Melindungi Khawarij Takfiri

Bagaimana Para Tagut Melindungi Khawarij Takfiri

Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-Libi

Tidak diragukan lagi bahwa kondisi kelompok seperti mereka (Abu Maryam Al Mukhlif) bukanlah kondisi seorang muslim yang dijelaskan oleh Alquran dan sunah.

Agama (keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap) yang mereka anut tersebut juga bukanlah agama yang dianut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Demi Allah, tidak. Mereka (kelompok Abu Maryam Al Mukhlif) hanyalah mariqin, mereka melesat keluar dari agama dari pintu berlebih-lebihan, bersikap ekstrem, memperberat diri, dan menambah-nambah dalam agama. Sebagaimana halnya orang-orang sekuler, orang-orang zindik, para atheis kontemporer, dan orang-orang seperti mereka melesat keluar dari agama dari pintu mengurangi, meremehkan, dan meninggalkan agama karena memperturutkan syahwat mereka.

Inilah dua jalan setan untuk mengeluarkan umat manusia dari cahaya kepada kegelapan.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh para ulama salaf, “Tidaklah Allah menetapkan sebuah perintah pun kepada hamba-hamba-Nya melainkan setan menghalang-halanginya dengan salah satu dari dua jalan. Setan tidak mau peduli dengan jalan yang mana ia akan berhasil. Jalan berlebih-lebihan dalam perintah tersebut atau jalan meremehkan perintah tersebut.”

Tunggulah, niscaya kalian akan bisa melihat dengan mata kalian sendiri bagaimana kesudahan kondisi orang-orang yang terkena ujian dan orang-orang yang melesat keluar dari agama tersebut, Abu Maryam Al Mukhlif dan para pengikutnya, jika mereka masih menempuh jalan tersebut dan tidak mendapat limpahan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demi Allah, kami telah melihat mereka dan bergaul dengan mereka di lebih dari satu negara. Para tagut murtad membiarkan saja mereka itu berkeliaran bebas, bergerak bebas, tidak diapa-apakan sama sekali.

Kami melihat hal itu dengan mata kami sendiri dan kami bergaul dengan mereka di Libya pada akhir-akhir tahun 80-an abad ke-20 Masehi yang lalu, saat itu serangan-serangan terhadap saudara-saudara kami yang berkomitmen dengan Islam mencapai puncak keganasannya oleh Thaghut Mu'ammar Qaddafi, para tentara, dan dinas intelijennya. Meski begitu, Thaghut Moammar Qaddafi, para tentara, dan dinas intelijennya membiarkan begitu saja para Khawarij Takfiriyyun, tidak mendekati mereka, bahkan mereka diberi peluang di setiap bidang.

Kenapa? Karena Thaghut Moammar Qaddafi, para tentara, dan dinas intelijennya mengetahui bahwa para Khawarij Takfiriyyun memberikan bantuan penting bagi mereka. Para Khawarij Takfiriyyun itu tidak menimbulkan bahaya apapun bagi Thaghut Mu'ammar Qaddafi, para tentara, dan dinas intelijennya. Bahkan para Khawarij Takfiriyyun itu sebenarnya membantu mereka dalam memerangi kaum muslimin yang tertindas!

Bagaimana tidak, sedangkan sifat para Khawarij Takfiriyyun itu sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ، وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ
“Mereka memerangi umat Islam dan membiarkan para penyembah berhala.”

Demikian juga yang kami dengar tentang keadaan mereka, di beberapa tempat dan beberapa negara. Kisah-kisah mereka hampir serupa di setiap tempat. 

Kalian nanti juga akan melihat keadaan tersebut pada diri mereka, Abu Maryam Al Mukhlif dan para pengikutnya. Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki akal sehat.

Hal ini, demi Allah, merupakan bukti nyata bagi orang yang memiliki hati, mau merenungkan, dan menginginkan kebenaran. Bagaimana mungkin tagut rela kepada mereka dan membiarkan mereka bebas bergerak dan beraktivitas di negaranya, seandainya mereka memang benar di atas kebenaran, tauhid, dan jalan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Namun tagut mengetahui bahwa mereka adalah benih kerusakan dalam jemaah muslim, yaitu di tengah kaum muslimin. Maka tagut membiarkan mereka membuat kerusakan (di tengah umat Islam), bahkan terkadang tagut mendukung mereka, membuka pintu lebar-lebar untuk mereka, dan memberi bantuan kepada mereka dalam sikap ekstrem mereka sehingga tagut mempergunakan mereka untuk “memukul” kaum muslimin.

Cukuplah Allah sebagai pelindung kita dan Dialah sebaik-baik pembela.

وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
“Mereka membuat makar dan Allah juga membuat makar, sungguh Allah adalah sebaik-baik pembuat makar.”
(QS. Al Anfal [8]: 30)

Inilah mukadimah sebagai nasihat bagi saudara-saudara kami dan peringatan bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran dan nasihat. Sesungguhnya orang yang berakal adalah orang yang mengambil pelajaran dan nasehat dari pengalaman orang lain. Ia tidak akan mencoba sendiri segala sesuatu. Jika setiap orang ingin mencoba sendiri segala sesuatu, tentulah seluruh manusia akan binasa!

Orang yang bahagia adalah orang yang dilindungi dari fitnah (ujian, kesesatan), maka jauhilah oleh kalian segala bentuk fitnah. Jauhilah fitnah dan orang-orang yang membawa fitnah. Berpegang teguhlah dengan Allah Ta’ala, perbanyaklah berdoa dan memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla agar mengaruniakan petunjuk dan kelurusan kepada kalian karena sesungguhnya seluruh taufik berada di tangan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Saya mengingatkan kembali bahwa maksud dari pembicaraan di atas adalah membicarakan sifat-sifat, kondisi-kondisi dan kesudahan akhir mereka, orang-orang yang seperti mereka dan orang-orang yang melanjutkan generasi mereka.

Hal itu tidak berarti semua hal yang saya sebutkan secara terperinci di atas, juga saya katakan saat ini telah terdapat para diri Abu Maryam Al Mukhlif dan para pengikutnya yang terkena fitnah. Tidak demikian. Boleh jadi sebagian kecil atau sebagian besar hal-hal yang saya sebutkan secara terperinci di atas telah terdapat pada diri Abu Maryam Al Mukhlif dan para pengikutnya yang terkena fitnah dan mereka berada dalam bahaya yang besar.

Maka hendaknya orang-orang mengambil pelajaran dan orang-orang yang berakal sehat mau memikirkannya. Hanya kepada Allah kita memohon kesehatan dan keselamatan.

Sumber: Syaikh Abu Abdurrahman Jamal bin Ibrahim as-Syitwi al-Misrati (Athiyatullah al-Libi), Jawabu Sual fi Jihad ad-Daf’i, (1434 H: Dar al-Jabhah, Al-Jabhah al-I’lamiyah al-Islamiyah al-‘AIamiyah (Global Islamic Media Front), dan  Mimbar at-Tauhid wa al-Jihad), hlm. 36-38.

Penulis: 'Athiyyatullah Al Libbi
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar
  1. Beranda
  2. /
  3. Akidah
  4. /
  5. Fikih
  6. /
  7. Bagaimana Para Tagut Melindungi Khawarij Takfiri