Dakwah kepada Jalan Allah adalah Wujud Cinta
Dakwah kepada Jalan Allah adalah Wujud Cinta
Dakwah kepada Jalan Allah adalah Wujud Cinta
Oleh Syaikh Muhammad Wail al-HalwaniJika Anda sudah berniat untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar, jangan sampai kalian lupa hadis, (mencegah kemungkaran harus dengan cara yang makruf) karena dakwah mengajak kepada jalan Allah adalah wujud dari cinta kita kepada mereka, oleh karena itu wajib atas kalian, “Mengajak dengan penuh kelembutan dan mencegah dengan penuh kasih sayang.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
{Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik (pula). Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.}
(QS. An Nahl: 125)
Dan janganlah kalian tergesa-gesa ingin segera memperoleh hasilnya karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, (Sifat cermat dan hati-hati (datangnya) dari Allah sedangkan tergesa-gesa (datangnya) dari setan.)
(HR. Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani)
Hal ini sesuai dengan ucapan Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiallahu ‘anha, [Sesungguhnya yang pertama kali turun darinya ialah satu surat dari al mufashshal (surat-surat pendek) yang berisi penjelasan tentang surga dan neraka sehingga ketika manusia telah mantap dalam Islam, maka turunlah (ayat-ayat tentang) halal dan haram. Seandainya yang pertama kali turun (kepada mereka) adalah, “Jangan minum khamr (minuman keras),” tentu mereka akan menjawab, “Kami tidak akan meninggalkan khamr selama-lamanya.” Seandainya yang pertama turun adalah, “Jangan berzina,” tentu mereka akan menjawab, “Kami tidak akan meninggalkan zina selama-lamanya.”]
(HR. Bukhari)
(Minhajul Hayyah, hlm. 48)
Sumber: https://abuizzudinalhazimi.wordpress.com/2011/09/28/nasehat-para-syuhada-tentang-amar-ma’ruf-nahi-mungkar/
Penulis: Muhammad Wail Al Halwani
Penerjemah: Abu 'Izzuddin Al Hazimi
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar