Ibadah kepada Allah Saja, Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya
Ibadah kepada Allah Saja, Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya
Ibadah kepada Allah Saja, Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya
Oleh Syaikh ‘Ali bin Khudhair al-KhudhairIbadah kepada Allah saja. Tidak ada sekutu bagi-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfiman,
قل يأهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا مسلمون
“Katakanlah, “Hai Ahli Kitab. Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah, kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).””(Ali 'Imran: 64)
Dan Dia Subhanahu wa Ta'ala juga berfiman,
وقضى ربك أن لا تعبدوا إلا إياه
“Dan Tuhanmu telah memerintahkaan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.” (Al Isra': 23)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman seraya menggambarkan tentang awal dakwah para Rasul,
أن اعبدوا الله مالكم من إله غيره
“Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.”(Al A'raf: 65)
Ini adalah tingkatan pertama dari tingkatan-tingkatan itsbat dan ini adalah yang paling agung.
Sumber: Asy Syaikh Al ‘Allamah
Ali Bin Khudlair Al Khudlair, Bahasan Tuntas Ashlu Dinil Islam (Tauhid & Risalah), (Tauhid Dan Jihad, Diterjemahkan oleh: Abu Sulaiman Aman Abdurrahman), hlm. 12.
Penulis: ‘Ali Ibn Khudhair Al Khudhair
Penerjemah: Abu Sulaiman Al Arkhabili
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari