data:post.title

Islam adalah Agama yang Toleran, Mudah, dan Gampang

Islam adalah Agama yang Toleran, Mudah, dan Gampang

Islam adalah Agama yang Toleran, Mudah, dan Gampang

Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-Libi

Semua hal itu, wahai saudara-saudaraku, adalah bukti kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
«ู‡َู„َูƒَ ุงู„ْู…ُุชَู†َุทِّุนُูˆู†َ» ู‚َุงู„َู‡َุง ุซَู„َุงุซًุง
“Binasalah orang-orang yang melampaui batas.” Beliau bersabda demikian sebanyak tiga kali.
(HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud)

Pengarang An Nihayah fi Gharibil Hadits berkata, “Mereka adalah orang-orang yang suka berlebih-lebihan dalam berbicara, orang-orang yang berbicara dengan ujung kerongkongan mereka. Kata ini diambil dari kata dasar an nath’ yang merupakan celah (lubang) bagian atas mulut, kemudian dipergunakan untuk menyebut setiap hal yang berlebih-lebihan, baik berupa ucapan maupun perbuatan.”

Para ulama menyatakan bahwa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan sebuah berita atau pun sebuah doa. Jika ia berupa doa, maka doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti akan dikabulkan Allah. Adapun jika ia berupa berita, maka berita Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti benar, tidak dusta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan bahwa mereka akan binasa, maka pasti hal itu akan terjadi. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hal itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅِู†َّ ุงู„ุฏِّูŠู†َ ูŠُุณْุฑٌ، ูˆَู„َู†ْ ูŠُุดَุงุฏَّ ุงู„ุฏِّูŠู†َ ุฃَุญَุฏٌ ุฅِู„َّุง ุบَู„َุจَู‡ُ
“Sesungguhnya agama ini mudah dan tidak ada seorang pun yang memberat-beratkan diri dalam agama, melainkan agama akan mengalahkannya.”
(HR. Bukhari dan An Nasa'i)

Maksudnya, agama pasti mengalahkannya sehingga manusia menjadi kalah, tidak sanggup mengemban, dan melaksanakan agama ini. Kenapa? Karena ia memberat-beratkan diri dalam agama, maksudnya ia mengambil dan menerima agama ini dengan keras, ia berusaha untuk mengalahkan agama agar ia bisa kuat (keras) dalam agama dan bersama agama, padahal Islam adalah agama yang mudah, gampang, dan toleran.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆَุงู„ْุบُู„ُูˆَّ ูِูŠ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ، ูَุฅِู†َّู…َุง ุฃَู‡ْู„َูƒَ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู‚َุจْู„َูƒُู…ُ ุงู„ْุบُู„ُูˆُّ ูِูŠ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ
“Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan dalam agama karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena sikap berlebih-lebihan dalam agama.”
(HR. Ahmad, An Nasa'i, dan lain-lain)

Lihatlah, bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa sebab kehancuran umat-umat terdahulu adalah mereka berlebih-lebihan dalam agama.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ุจُุนِุซْุชُ ุจِุงู„ْุญَู†ِูŠูِูŠَّุฉِ ุงู„ุณَّู…ْุญَุฉِ
“Aku diutus dengan agama yang lurus dan toleran.”
(HR. Ahmad dan Ath Thabarani)

Islam adalah agama yang toleran, mudah, dan gampang. Dalam agama Islam tidak ada kesulitan yang di luar kesanggupan manusia normal yang menyebabkan seorang muslim berada dalam kesempitan dan kesukaran. Hal itu sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
ูˆَุฌَุงู‡ِุฏُูˆุง ูِูŠ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَู‚َّ ุฌِู‡َุงุฏِู‡ِ ู‡ُูˆَ ุงุฌْุชَุจَุงูƒُู…ْ ูˆَู…َุง ุฌَุนَู„َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ู…ِู†ْ ุญَุฑَุฌٍ ู…ِู„َّุฉَ ุฃَุจِูŠูƒُู…ْ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ู‡ُูˆَ ุณَู…َّุงูƒُู…ُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ูˆَูِูŠ ู‡َุฐَุง ู„ِูŠَูƒُูˆู†َ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ุดَู‡ِูŠุฏًุง ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ูَุฃَู‚ِูŠู…ُูˆุง ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ูˆَุขุชُูˆุง ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ูˆَุงุนْุชَุตِู…ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู‡ُูˆَ ู…َูˆْู„َุงูƒُู…ْ ูَู†ِุนْู…َ ุงู„ْู…َูˆْู„َู‰ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ู†َّุตِูŠุฑُ
“Dan berjihadlah kalian pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kalian dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kalian sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kalian pada tali Allah. Dia adalah Pelindung kalian, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”
(QS. Al Hajj [22]: 78)

Dan firman-Nya,
ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ْูŠُุณْุฑَ ูˆَู„َุง ูŠُุฑِูŠุฏُ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ْุนُุณْุฑَ
“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian.”
(QS. Al Baqarah [2]: 185)

Dan firman-Nya
ูˆَู„َูˆْ ุดَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุฃَุนْู†َุชَูƒُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุญَูƒِูŠู…ٌ
“Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepada kalian. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Al Baqarah [2]: 220)

Maksudnya niscaya Allah akan mencampakkan kalian dalam al ‘anat, yaitu kesempitan, kesulitan, dan beban berat yang mengalahkan kemampuan kalian, namun Allah tidak melakukan hal itu kepada kalian. Allah Maha Penyayang lagi Mahalembut, memberikan kemudahan kepada kalian, Allah tidak membebani kalian, kecuali amal-amal yang kalian sanggupi dalam kondisi normal manusia. Maka segala puji hanya milik Allah Rabb seluruh alam.

Dan firman-Nya,
ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ูِูŠูƒُู…ْ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َูˆْ ูŠُุทِูŠุนُูƒُู…ْ ูِูŠ ูƒَุซِูŠุฑٍ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู„َุนَู†ِุชُّู…ْ
“Dan ketahuilah oleh kalian bahwa di kalangan kalian ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kalian dalam beberapa urusan niscaya kalian benar-benar akan mendapat kesusahan.”
(QS. Al Hujurat [49]: 7)

Maksudnya, niscaya kalian terjatuh dalam al 'anat, yaitu kesempitan dan kesusahan yang sangat berat. Allah kemudian berfirman,
ูˆَู„َูƒِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุญَุจَّุจَ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†َ ูˆَุฒَูŠَّู†َู‡ُ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِูƒُู…ْ ูˆَูƒَุฑَّู‡َ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ْูƒُูْุฑَ ูˆَุงู„ْูُุณُูˆู‚َ ูˆَุงู„ْุนِุตْูŠَุงู†َ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏُูˆู†َ
“Akan tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati kalian serta menjadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.”
(QS. Al Hujurat [49]: 7)

Ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis nabawi tentang hal ini sangat banyak dan telah dikenal luas. Segala puji bagi Allah.
Maksudnya adalah memberi peringatan kondisi orang-orang tersebut dengan menyebutkan contoh-contoh yang semisal dengan mereka dan memberitahukan kepada saudara-saudara kita, orang-orang yang baik tentang kondisi kelompok tersebut yang buruk dan kejelekan akhir kondisi mereka, juga berbagai kontradiksi yang dalam banyak kondisi bisa menyebabkan mereka terjatuh dalam kekafiran secara terang-terangan, melesat keluar secara terang-terangan dari (ketaatan) dalam agama kepada kefasikan dan kemaksiatan secara terang-terangan.

Oleh karena itu Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi —semoga Allah membebaskan beliau dari penjara, beliau adalah orang yang ahli tentang mereka dan sangat mengerti argumen-argumen mereka- memberi judul untuk bukunya Ar Risalah Ats Tsalatsiniyyah dengan judul Risalatul Jafr fi Annal Ghuluwa fit Takfir Yuaddi ilal Kufr (Risalah Al Jafr bahwa Berlebih-Lebihan dalam Mengafirkan bisa Mengantarkan kepada Kekafiran).

Sumber: Syaikh Abu Abdurrahman Jamal bin Ibrahim as-Syitwi al-Misrati (Athiyatullah al-Libi), Jawabu Sual fi Jihad ad-Daf’i, (1434 H: Dar al-Jabhah, Al-Jabhah al-I’lamiyah al-Islamiyah al-‘AIamiyah (Global Islamic Media Front), dan  Mimbar at-Tauhid wa al-Jihad), hlm. 33-36.

Penulis: 'Athiyyatullah Al Libbi
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar bersabda,
  1. Beranda
  2. /
  3. Akidah
  4. /
  5. Fikih
  6. /
  7. Islam adalah Agama yang Toleran, Mudah, dan Gampang