data:post.title

Keilmuan Khawarij Kontemporer

Keilmuan Khawarij Kontemporer

Keilmuan Khawarij Kontemporer

Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-Libi

Mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang bodoh dan pendusta, juga memiliki akhlak yang buruk dan rusak.

Biasanya mereka tidak terkena kesesatan tersebut, kecuali karena kerusakan dalam niat dan hati mereka, penyakit-penyakit tersembunyi berupa ujub (membanggakan diri sendiri), ghurur (tertipu dengan “kehebatan” diri sendiri), ingin lebih hebat dan lebih tinggi dari orang lain, serta kesombongan. Kita berlindung kepada Allah dari semua penyakit hati tersebut.

Allah Ta’ala berfirman,
ูَู„َู…َّุง ุฒَุงุบُูˆุง ุฃَุฒَุงุบَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู‚ُู„ُูˆุจَู‡ُู…ْ
“Maka tatkala mereka tersesat (menyimpang), maka Allah pun menyesatkan hati mereka.”
(QS. Ash Shaf [61]: 5)

ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุญُูˆู„ُ ุจَูŠْู†َ ุงู„ْู…َุฑْุกِ ูˆَู‚َู„ْุจِู‡ِ ูˆَุฃَู†َّู‡ُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุชُุญْุดَุฑُูˆู†َ
“Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membuat sekat antara diri seseorang dengan hatinya dan sesungguhnya kepada Allah semata kalian akan dikumpulkan.”
(QS. Al-Anfal [8]: 24)

ูˆَูŠُุถِู„ُّ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ
“Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim.”
(QS. Ibrahim [14]: 27)

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠَู‡ْุฏِูŠ ุงู„ْู‚َูˆْู…َ ุงู„ْูَุงุณِู‚ِูŠู†َ
“Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.”
(QS. Al Munafiqun [63]: 6)

Adapun kebodohan mereka sangat jelas dan terkenal. Mayoritas mereka tidak mengetahui apapun tentang ilmu, disiplin-disiplin ilmu, dan ilmu-ilmu alat. Mereka juga tidak menuntut ilmu yang membuat mereka bisa disebut sebagai para penuntut ilmu (santri). Mereka juga tidak mengambil ilmu dengan cara yang benar dan diakui.

Tokoh dan pemimpin mereka, Abu Maryam Al Mukhlif, sekalipun dikenal menuntut ilmu dan berbicara tentang ilmu sejak beberapa waktu lalu, namun para ulama dan penuntut ilmu sudah mengenal kekurangannya, ujub-nya, ghurur-nya, kesembronoannya, keekstremannya, sikapnya yang suka memvonis, dan keluarnya ia dari pokok-pokok ilmu. Mereka telah mengetahui kelemahannya dalam bahasa 'Arab dan keterbatasannya dalam memahami bahasa Alquran.

Mereka juga telah mengetahui bahwa Abu Maryam Al Mukhlif tidak mengambil ilmu secara langsung dari para ulama yang dikenal luas dan terpercaya. Andalannya adalah membaca buku- buku tanpa memiliki landasan yang bagus yang bisa mencegahnya dari berbagai kekeliruan. Ia tidak memiliki sifat objektif, moderat, selalu berusaha untuk lurus, dan banyaknya ketepatan dalam bidang ilmu.

Tentang diri Abu Maryam Al Mukhlif, silahkan kalian bertanya kepada para ulama yang mengenalnya dan mendengar pendapat-pendapatnya atau membaca tulisannya. Adapun orang-orang bodoh dan kaum awam umat Islam, maka mereka memang tidak mengetahui tingkatan-tingkatan orang dalam bidang ilmu!

Inilah sosok tokoh, pemimpin, mufti, dan pengajar kesesatan kepada mereka. Bagaimana lagi dengan para pengikut dan orang-orang kecil di antara mereka? Mereka adalah kumpulan dari kesesatan di atas kesesatan lainnya, dari kebodohan-kebodohan, kebutaan-kebutaan, sedikitnya pengetahuan, dan hilangnya bashirah. Lebih-lebih penyakit-penyakit menonjol mereka lainnya yang nampak jelas bagi orang mengetahui keadaan mereka.

Andaikata Abu Maryam Al Mukhlif memang benar telah menuntut ilmu, ahli di bidang ilmu, menghafal kitab-kitab matan dan menguasai syarh-syarh, andaikata hal itu memang benar, maka Abu Maryam Al Mukhlif tidak lebih pandai daripada 'Imran bin Hathan, Qutrai bin Fuja'ah, Nafi’ Al Azraq, Najdah Al Haruri dan orang-orang seperti mereka dari kelompok Khawarij yang muncul pada periode akhir generasi sahabat radhiallahu ‘anhum. Mereka diperangi oleh 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu dan para pemimpin Islam sepeninggalnya. Abu Maryam Al Mukhlif bahkan juga tidak lebih pandai daripada Syukri Musthafa dan para pengikutnya. Bahkan maksimal Abu Maryam Al Mukhlif itu selevel dengan Dokter Ahmad Al Jazairi yang telah kita kenal di Afghanistan dan Peshawar! 

Landasan pokok mereka dalam setiap ilmu mereka adalah menghafalkan teks-teks perkataan para ulama dakwah Najd dan mendalaminya, juga kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam bab-bab tertentu, disertai kelemahan yang sangat jelas dalam seluruh ilmu lainnya dan ilmu-ilmu alat serta cara yang buruk dalam mempelajarinya!

Sumber: Syaikh Abu Abdurrahman Jamal bin Ibrahim as-Syitwi al-Misrati (Athiyatullah al-Libi), Jawabu Sual fi Jihad ad-Daf’i, (1434 H: Dar al-Jabhah, Al-Jabhah al-I’lamiyah al-Islamiyah al-‘AIamiyah (Global Islamic Media Front), dan  Mimbar at-Tauhid wa al-Jihad).

Penulis: 'Athiyyatullah Al Libbi
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar
  1. Beranda
  2. /
  3. Akidah
  4. /
  5. Fikih
  6. /
  7. Keilmuan Khawarij Kontemporer