Kewajiban Pertama atas Orang Mukalaf adalah Pokok Islam
Kewajiban Pertama atas Orang Mukalaf adalah Pokok Islam
Kewajiban Pertama atas Orang Mukalaf adalah Pokok Islam
Oleh Syaikh ‘Ali bin Khudhair al-KhudhairKewajiban pertama atas orang mukalaf adalah pokok Islam.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
(فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك).
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.”(QS. Muhammad: 19)
Dari Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam tatkala mengutus Mu'adz ke Yaman, beliau berkata kepadanya,
(إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهمإليه شهادة أن لا إله إلا الله - وفي رواية: إلى أن يوحدوا الله)
“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab, maka hendaklah sesuatu yang paling pertama kamu dakwahkan kepada mereka adalah kesaksian Laa Ilaha Illallah,” dan dalam satu riwayat, “(serulah) agar mereka mengesakan Allah.”(Riwayat Al Bukhari dan Muslim)
Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sahl Ibnu Sa'ad radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada 'Ali bin Abi Thalib radliallahu 'anhu pada Perang Khaibar,
(انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلاموأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه، فوالله لأن يهدي الله بك رجلاًواحداً، خير لك من حمر النعم)
“Berangkatlah engkau dengan tenang sampai engkau tiba di daerah mereka. Kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan berikan kabar kepada mereka tentang kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalamnya. Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk seorang saja lantaran kamu itu lebih baik bagimu daripada unta merah.”Ada ijmak yang menjelaskan bahwa semua Rasul di awal dakwahnya menyerukan kepada kaumnya,
(اعبدوا الله مالكم من إله غيره)
“Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.”Salaf telah ijmak bahwa kewajiban mukalaf yang paling pertama adalah dua kalimah syahadat. Ibnu 'Abdil Bar berkata,
إن بعض الصحابة وذكر أسماءهم سألوا الرسول صلى الله عليه وسلم مستفهمين عن القدر فلم يكونوا بسؤالهم عن ذلك كافرين ولو كان لا يسعهم جهله لعلمهم ذلك مع الشهادتين وأخذه في حين إسلامهم
“Sesungguhnya sebagian para sahabat —dan beliau menyebutkan nama-nama mereka itu- bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam seraya meminta penjelasan tentang qadar dan dengan pertanyaan mereka tentang hal tersebut, mereka itu tidaklah kafir, maka seandainya mereka tidak boleh tidak tahu akan hal itu (qadar) tentu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan mereka akan hal itu bersama dua kalimah syahadat dan mengambil keyakinan itu (dari mereka) di saat mereka masuk Islam.”(At Tamhid, 18/46-47, secara ikhtishar)
Ibnu Hazm rahimahullah berkata,
وقال سائر أهل الإسلامكل من اعتقد بقلبه اعتقادا لايشك فيه وقال بلسانه لاإله إلا الله وأن محمدا رسول الله وأن كل ما جاء به حق وبرئ من كل دين سوى دين محمد صلى الله عليه وسلم فإنه مسلم مؤمن ليس عليه غير ذلك
“Seluruh umat Islam mengatakan (bahwa) setiap orang yang meyakini dengan hatinya dengan keyakinan yang tidak mengandung keraguan dan dengan lisannya dia mengucapkan Laa ilaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah dan (meyakini) bahwa semua yang dibawa oleh beliau itu adalah benar dan dia berlepas diri dari semua agama selain agama Muhanmmad shalallahu 'alaihi wa sallam, maka sesungguhnya dia itu adalah muslim mumin, tidak ada selain itu.”(Al Fashl, 4/35)
Sumber: Asy Syaikh Al ‘Allamah
Ali Bin Khudlair Al Khudlair, Bahasan Tuntas Ashlu Dinil Islam (Tauhid & Risalah), (Tauhid Dan Jihad, Diterjemahkan oleh: Abu Sulaiman Aman Abdurrahman), hlm. 6-7, dengan perubahan.
Penulis: ‘Ali Ibn Khudhair Al Khudhair
Penerjemah: Abu Sulaiman Al Arkhabili
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari