Mengetahui Keburukan untuk bisa Menjauhinya
Mengetahui Keburukan untuk bisa Menjauhinya
Mengetahui Keburukan untuk bisa Menjauhinya
Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-LibiMengetahui keburukan untuk bisa menjauhinya, mengambil nasihat dan pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang serupa dan sejenis. Seperti yang telah saya jelaskan sebagiannya di awal jawaban saya ini.
Barang siapa tidak mengambil nasihat dan tidak memetik pelajaran, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.
أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
"Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian)?" (QS. An Nisa’ [4]: 144)
Mengetahui keadaan orang-orang seperti mereka akan menyebabkan akal sehat lari menjauhi mereka. Orang yang berakal sehat, cerdas, menginginkan kebaikan, kebenaran, dan petunjuk akan mengetahui bahwa kaum tersebut adalah orang-orang yang menyelisihi agama, petunjuk, jalan, dan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka bukan orang-orang yang berada di atas kebenaran. Dengan merenungkan hal itu, ia akan bisa menjauhi mereka dan menjauhi jalan mereka dan ia tidak akan memberi peluang bagi mereka untuk menguasai dirinya dengan bisikan-bisikan dan keragu-raguan mereka.
Sumber: Syaikh Abu Abdurrahman Jamal bin Ibrahim as-Syitwi al-Misrati (Athiyatullah al-Libi), Jawabu Sual fi Jihad ad-Daf’i, (1434 H: Dar al-Jabhah, Al-Jabhah al-I’lamiyah al-Islamiyah al-‘AIamiyah (Global Islamic Media Front), dan Mimbar at-Tauhid wa al-Jihad), hlm. 45-46.
Penulis: 'Athiyyatullah Al Libbi
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar