Meninggalkan Syirik dalam Ibadah kepada Allah dan Peringatan dari Mendekatinya
Meninggalkan Syirik dalam Ibadah kepada Allah dan Peringatan dari Mendekatinya
Meninggalkan Syirik dalam Ibadah kepada Allah dan Peringatan dari Mendekatinya
Oleh Syaikh ‘Ali bin Khudhair al-KhudhairAllah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
واذكر أخا عاد إذ انذر قومه بالأحقاف وقد خلت النذر من بين يديه ومن خلفه أن لاتعبدوا إلا الله
“Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Ad, yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan), “Janganlah kamu menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar.”” (Al Ahqaf: 21)
Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta'ala,
ففروا إلى الله إني لكم منه نذير مبين ولا تجعلوا مع الله إلها آخر إني لكم منه نذير مبين
“Maka segeralah kembali (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.”(Adz Dzariyat: 50-51)
Dan dalam hadis, “Jauhi tujuh hal yang membinasakan.”
Beliau shalallahu 'alaihi wa sallam sebutkan yang paling pertama, “Menyekutukan Allah.”
Ini adalah tingkatan pertama dari tingkatan-tingkatan penafian dalam syirik dan ini adalah tingkatan yang paling agung.
Masalah kontemporer:
Dan seperti hal itu pada masa sekarang di antaranya,
• meninggalkan sekularisme dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan komunisme dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan qaumiyyah dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan paham syu'ubiyyah masa kini dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan Ba'atsiyyah dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan kapitalisme dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan demokrasi dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan mahkamah-mahkamah (pengadilan-pengadilan) hukum buatan manusia dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan globalisasi yang kafir dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan agama Rafidhah dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan Shufiyyah pengagung kuburan dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan Ushraniyyin yang ekstrem dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• meninggalkan orang-orang parlemen yang membuat hukum dan perundang-undangan dan pen-tahdzir-an dari (mendekatinya)nya,
• dan agama-agama serta paham-paham modern lainnya, seperti Al Hadatsah.
Meninggalkan itu semua dan menghati-hatikan darinya.
Sumber: Asy Syaikh Al ‘Allamah
Ali Bin Khudlair Al Khudlair, Bahasan Tuntas Ashlu Dinil Islam (Tauhid & Risalah), (Tauhid Dan Jihad, Diterjemahkan oleh: Abu Sulaiman Aman Abdurrahman), hlm. 29-31, dengan perubahan.
Penulis: ‘Ali Ibn Khudhair Al Khudhair
Penerjemah: Abu Sulaiman Al Arkhabili
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari