data:post.title

Merekalah Nenek Moyangku

Merekalah Nenek Moyangku

Merekalah Nenek Moyangku

Oleh Syaikh Muhammad Wail al-Halwani

واللهِ لقد أدركْتُ سبعين بَدْرِيَّاً…، لو رأيتموهم قلتم: مجانين، ولو رأوا خياركم لقالوا: مَا لِهؤلاء في الآخرة مِن خَلاق! ولو رأوا شرارَكم قالوا: هؤلاء لا يؤمنون بيوم الحساب! ولقد رأيتُ أقواماً كانت الدنيا أهونَ على أحدهم من التراب تحت قدميه، ولقد رأيتُ أقواماً يُمسي أحدهم وما يجد عنده إلا قُوْتاً، فيقول: لا أَجْعَل هذا كلَّه في بطني، بل لأجعلنَّ بعضه لله عز وجل، فيتصدق ببعضه، وإنْ كان هو لأحوجَ ممن يتصدق عليه…! 
وهل رأيتَ فقيهاً قط؟! إنما الفقيه: الزاهد في الدنيا، الراغب في الآخرة، الدائب في العبادة … ينشر حكمة الله، فإن قُبِلتْ حَمِدَ الله، وإن رُدَّت حَمِدَ الله .."

“Demi Allah, aku telah bertemu 70 sahabat yang ikut Perang Badar… Seandainya kalian melihat mereka niscaya kalian akan mengatakan: Mereka adalah orang-orang gila. Dan seandainya mereka melihat orang terbaik di antara kalian niscaya mereka akan mengatakan: Mereka ini orang-orang yang tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat. Dan seandainya mereka melihat orang-orang terburuk di antara kalia, niscaya mereka akan mengatakan: Mereka adalah orang-orang yang tidak beriman terhadap hari penghitungan. Dan sungguh aku melihat mereka adalah suatu kaum yang mana dunia itu bagi salah seorang di antara mereka lebih remeh dibandingkan tanah yang ada di bawah telapak kaki mereka. Sungguh aku telah melihat suatu kaum di mana salah seorang dari mereka itu pada sore hari tidak mendapati apa-apa selain makanan untuk sekali makan, lalu ia berkata: Ini tidak akan aku masukkan semua ke dalam perutku, akan tetapi sebagian akan aku sisihkan untuk Allah. Maka iapun menyedekahkan sebagiannya, meskipun sebenarnya dia lebih membutuhkan daripada orang yang dia kasih sedekah tadi …! Apakah engkau pernah melihat seorang yang fakih? Sesungguhnya orang yang fakih itu adalah orang yang zuhud terhadap dunia, tamak terhadap akhirat, dan tekun dalam ibadah… Ia menyebarkan hikmah Allah, lalu apabila orang menerimanya dia bersyukur kepada Allah, dan apabila orang menolaknya dia juga bersyukur kepada Allah…”

Orang bijaknya tabi’in, Al Hasan Al Bashri rahimahullah.

Bukanlah pemuda itu orang yang mengatakan: Inilah bapakku… Sesungguhnya pemuda itu adalah orang yang mengatakan: Inilah aku…


Sumber: http://annasehah.blogspot.com/?m=1

Penulis: Muhammad Wail Al Halwani
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar
  1. Beranda
  2. /
  3. Selainnya
  4. /
  5. Merekalah Nenek Moyangku