Tujuan Hidup
Tujuan Hidup
Tujuan Hidup
Oleh Syaikh Muhammad Wail al-HalwaniRida Allah Ta’ala di dua alam —dunia dan akhirat- dan di balik itu adalah intinya surga, yaitu Firdaus, maka orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan dirinya dan beramal untuk persiapan setelah mati, sedang orang yang dungu adalah orang yang senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan berbagai harapan, maka,
ـ(لا يغترَنَّ أحدُكم بحِلم الله عز وجل؛ فإن الجنة أقربُ إلى أحدكم من شِراك نعله)
(janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian terlena dengan kelembutan Allah karena sesungguhnya surga itu lebih dekat kepada salah seorang di antara kalian dari tali sandalnya) dan istirahat itu saatnya adalah ketika pertama kali telapak kaki diletakkan di surga,{فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ}
{maka barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh dia telah memperoleh kemenangan}. Sehingga akhirnya hanya ada dua golongan dan tidak ada yang ketiganya,{فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ}
{satu golongan di surga dan satu golongan di neraka yang menyala-nyala}.(أَلَا إِنَّ عَمَلَ الْجَنَّةِ حَزْنٌ بِرَبْوَةٍ، أَلَا إِنَّ عَمَلَ النَّارِ سَهْلٌ بِسَهْوَةٍ)
(Perhatikanlah, sesungguhnya amalan surga itu berat serta mendaki. Perhatikanlah, sesungguhnya amalan neraka itu mudah dan menurun), makaمَنْ خَافَ أَدْلَجَ، وَمَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الْجَنَّةُ
(barang siapa khawatir dalam perjalanannya niscaya dia akan berjalan pada awal malam, barang siapa berjalan pada awal malam niscaya dia akan sampai rumah. Perhatikanlah, sesungguhnya dagangan Allah itu mahal. Perhatikanlah, sesungguhnya dagangan Allah itu adalah surga).Sungguh!
(مَا رَأَيْتُ مِثْلَ الْجَنَّةِ نَامَ طَالِبُهَا، وَ مِثْلَ النَّارِ نَامَ هَارِبُهَا)
(Saya tidak pernah melihat sesuatu yang seperti surga, namun orang yang mencarinya bisa tidur, dan sesuatu yang seperti neraka, namun orang yang lari darinya juga dapat tidur) dan cukup sebagai peringatan bahwa (أَهْلَ النَّارِ لَيَبْكُونَ حَتَّى لَوْ أُجْرِيَتِ السُّفُنُ فِي دُمُوعِهِمْ لَجَرَتْ، وَإِنَّهُمْ لَيَبْكُونَ الدَّمَ - يعني - مكانَ الدمع)
(sesungguhnya para penghuni neraka itu benar-benar akan menangis, hingga seandainya saja dijalankan sebuah kapal diatas air matanya, niscaya kapal itu akan dapat berjalan dan sesungguhnya mereka itu menangis darah —maksudnya- sebagai ganti air mata), maka barang siapa rindu terhadap surga, niscaya dia akan bersegera dalam melakukan kebaikan, dan barang siapa takut terhadap api neraka, niscaya dia lupa dengan syahwatnya, dan jika engkau hendak menerapkan prinsip,"خيرُ البِرِّ عاجله"
“Sebaik-baik kebaikan adalah yang segera dilaksanakan,” sehingga dari sekarang engkau dapat mengetahui kedudukanmu di surga, maka gunakanlah timbangan yang mengagumkan berikut ini. Barang siapa yang ingin mengetahui tempatnya di sisi Allah, maka lihatlah tempat Allah di sisinya karena sesungguhnya Allah itu menempatkan kedudukan seorang hamba di sisi-Nya sesuai dengan penempatannya terhadap Allah di sisinya. Adapun para nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka kedudukan Allah di sisi mereka itu nomor satu, oleh karena itu kedudukan mereka di surga pun juga nomor satu. Sementara saya dan Anda? Waduh, semoga Allah memaafkan kita!!! Sungguh kita telah dilalaikan oleh dunia!
Sumber: http://annasehah.blogspot.com/?m=1
Penulis: Muhammad Wail Al Halwani
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umar