Munculnya Dakwah Najdiyyah Modern
Munculnya Dakwah Najdiyyah Modern
Munculnya Dakwah Najdiyyah Modern
Oleh Syaikh al-Hasan bin ‘Ali al-KattaniSebelumnya sudah kita jelaskan bahwa kelompok-kelompok jihad dimulai dengan usul atau dasar Ikhwani-Salafi dan bahwa pemikiran Najd masuk ke dalamnya secara bertahap, dimulai dari beberapa organisasi di Mesir dan pimpinannya yang dulu adalah 'Abdul Qadir bin 'Abdul 'Aziz, kemudian dengan tulisan-tulisan para ulama Jazirah 'Arab masa kini dalam masalah hukum pemerintahan, al wala wal bara', dan semisalnya khususnya tulisan-tulisan kelompok kebangkitan (yang sadar kembali kepada agama), meskipun seluruh kelompok kebangkitan itu dalam seluruh perkaranya jauh dari manhaj ulama Najd, akan tetapi sangat terpengaruhi oleh buku-buku Syaikhul Islam dan para sahabatnya dibarengi dengan pengaruh 'Allamah As Sa’di dan muridnya Syaikh 'Utsaimin rahimahumallah semuanya, dan kelompok 'Allamah 'Abdurrahman bin Nashir As Sa’di sangat terpengaruh oleh Syaikh Ibrahim Jasir yang mana beliau menentang sikap ekstrem ulama Najd Salafi Atsari, dan para muridnya juga berjalan sepertinya. Kemudian tulisan-tulisan Syaikh Abu Muhammad al Maqdisi hafizhahullah sangat terpengaruh oleh kitab Ad Durarus Saniyyah dan banyak sekali para pemuda di Yordania maupun di luar Yordania terpengaruh dengannya, dan itu nampak sekali pada sahabatnya yang paling agung, Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi rahimahullah.
Setelah serangan Amerika pada tahun 1421 H dan munculnya Kaidah dengan kekuatan dan serangan Amerika atas Afghanistan, maka muncul para masyayikh di Jazirah 'Arab dan khususnya di Najd untuk menolak bekerja sama dengan pasukan Amerika dan membela Emirat Islam Afghanistan kemudian menghadapi para ahli bidah dan sekuler dengan kekuatan dan tokohnya adalah Hamud bin 'Uqla Asy Syu'aibi rahimahullah dan para sahabatnya: 'Ali Al Khudhair, Nashir Al Fahd, dan Ahmad Al Khalidi —semoga Allah membebaskan mereka-.
Mereka memiliki pengaruh yang besar pada para pemuda Jazirah 'Arab kemudian pada banyak para pemuda yang cinta jihad dan di antara tujuan para masyayikh itu adalah menghidupkan kembali dakwah ulama Najd, maka Syaikh Al Khudhair mengarang buku Syarah Kitabit Tauhid dan meletakkannya sesuai kondisi pada masa kini dan mengarang Al Mutammimah li Kalami Aimmatid Dakwah, beliau menetapkan bidahnya udzur bil jahl dalam masalah-masalah syirik dan risalah Haqaiqut Tauhid yang dianggap sebagai matan dalam manhaj ulama Najd dan syarah-nya, sebagaimana juga Syaikh Al Fahd mengarang sebuah kitab tentang kafirnya negara 'Utsmaniyyah dan pembelaan terhadap dakwah Najd, dan Syaikh Al Khalidi men-tahqiq risalah Takfir Mu'ayyan karangan Ishaq bin 'Abdurrahman Alu Syaikh, dan buku-buku ini disebarkan dalam situs Mimbar Tauhid wal Jihad sehingga tersebar di penjuru dunia dan menjadi sebuah manhaj bagi kebanyakan aktivis jihad di seluruh dunia.
Ketika jihad 'Iraq mulai membesar, Syaikh Az Zarqawi memiliki peran lebih dulu di dalamnya, dan beliau bergabung dengan Kaidah meskipun manhaj-nya berbeda dengan manhaj Kaidah, sebagaimana yang beliau katakan. Beliau bergabung dengan Kaidah demi kemaslahatan Islam daripada kemaslahatan manhaj sehingga kitab-kitab Al Khudhair dan para sahabatnya tetap sebagai manhaj-nya para mujahidin Kaidah 'Iraq dan Jazirah 'Arab secara umum, inilah yang mungkin disebut dengan dakwah Najdiyyah modern, akan tetapi para masyayikh itu memiliki ciri tersendiri yang berbeda dengan ulama Najdiyah yang lama, yaitu dengan memiliki sifat toleran dengan dalam menyikapi berbeda pendapat dengan mujahidin lain seperti Santri (Thaliban) yang menganut aliran Deobandiyyah dan selain mereka dan tidak tergesa-gesa dalam memberikan hukum kufur atas orang-orang yang menyelisihi atau menentang mereka.
Akan tetapi mereka sangat keras dalam mengafirkan para pembela penguasa yang tidak berhukum dengan hukum syariat, dan begitu juga mereka lebih longgar dalam menghukumi kafir karena loyalitas (wala'), lalu ketika muncul jihad Syam dan Kaidah 'Iraq yang diperankan oleh negara Islam 'Iraq ikut masuk ke dalamnya, maka tersebarlah pemikirannya di antara para pemuda kemudian ketika terjadi perselisihan antara dirinya dengan mujahidin Syam menjadi jelas perbedaan manhaj-nya dengan manhaj Kaidah dan mujahidin Syam lainnya, dan manhaj-nya semakin ekstrem dan menerapkannya secara harfiah (kaku), dan selanjutnya, manhaj Da'isy itu menyelisihi manhaj asli yang sudah lama bagi kelompok jihad dengan perbedaan yang besar, dan hanya kepada Allah meminta pertolongan dan dan kepadanya bertawakal.
Inilah yang nampak padaku sesuai apa yang telah aku ikuti dan telaah, jika benar maka ini dari Allah dan rasul-Nya dan jika salah, maka itu dari diriku sendiri dan dari setan, dan Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari keduanya, dan segala puji bagi Allah dan selawat serta salam atas penghulu kita Muhammad dan keluarganya.
Catatan Penulis:
Demi Allah, bukanlah maksudku menikam seorang yang alim mujahid yang menyuarakan kebenaran dan membela syariat Allah lalu ia disiksa di jalan Allah sehingga ia sabar atau masih berada dalam ujian, akan tetapi saya ingin menjelaskan dan menerangkan kondisi waqi’.
Sumber: https://ansharalislam.wordpress.com/2016/06/19/membedah-dakwah-najdiyah-dan-gerakan-jihad-global/, dengan perubahan.
Penulis: Hasan Ibn 'Ali Al Kattani
Penerjemah: Muhammad Sufyan Tsauri dan Ibnu Qalami
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari