data:post.title

Hukum Bernyanyi dengan Ayat-Ayat al-Qur‘an (3)

Hukum Bernyanyi dengan Ayat-Ayat al-Qur‘an (3)

Hukum Bernyanyi dengan Ayat-Ayat al-Qur‘an (3)

Oleh Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd

Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menuturkan bahwa menjadikan ayat-ayat Allah sebagian perolok-olokan dan permainan itu adalah tergolong sifat kaum munafiqin, di mana Dia berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang Telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maidah: 57).

Dan berfirman:

“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. yang demikian itu adalah Karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal” (Al Maidah: 58)

Dan berfirman:

“Tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.” (Al Kahfi: 56)

Dan berfirman tentang orang-orang kafir:

“Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.” (Al Kahfi: 106)

Dan berfirman:

“Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.” (Al Jatsiyah: 9)

Dan berfirman:

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, Maka pada hari Ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.” (Al Jatsiyah: 35)

Barangsiapa menyanyikan ayat-ayat Allah, maka dia itu telah menjadikannya sebagai buah ejekan dan permainan sebagaimana hal itu adalah yang nampak.

Al Qurthubiy rahimahullah berkata: 3/157: (Dikatakan bagi orang yang melecehkan ayat-ayat Allah bahwa dia itu telah menjadikannya sebagai bahan perolok-olokan, dan hal itu dikatakan kepada orang yang kafir terhadapnya, dan hal itu dikatakan pula kepada orang yang mencampakkannya dan tidak mengambilnya dan malah mengamalkan yang lainnya).

Sumber: https://islamifaq.wordpress.com/2014/06/02/risalah-hukum-bernyanyi-dengan-menggunakan-al-quran-risalah-fi-hukmil-ghina-bil-quran-2/

  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih
  4. /
  5. Hukum Bernyanyi dengan Ayat-Ayat al-Qur‘an (3)