data:post.title

Meminta Fatwa terhadap Dokter dalam Hal Penutupan Masjid dan Pelarangan Syariat

Meminta Fatwa terhadap Dokter dalam Hal Penutupan Masjid dan Pelarangan Syariat

Meminta Fatwa terhadap Dokter dalam Hal Penutupan Masjid dan Pelarangan Syariat

Oleh Syaikh ash-Shadiq bin ‘Abdillah al-Hasyimi 

Perlu kita ketahui bersama, bahwa masalah ini adalah bidangnya ahli fatwa dan bukanlah bidangnya para dokter kesehatan

Dan asal sumber ahli fatwa adalah mereka para salafussolih kita

Dan kita tidak memiliki satupun salaf dari kalangan dokter dalam masalah ini, bahkan tidak pernah masjid-masjid ataupun sholat malam berjama'ah ditiadakan, begitu pula i'tikaf apa lagi sholat lima waktu dan sholat id disebabkan hanya adanya wabah atau penyakit yang tersebar. Umur umat ini telah berjalan selama 1441 tahun, dan tidak ada kisah kejadian satupun para ulama merujuk ke dokter atau menjadikan wabah atau penyakit yang tersebar alasan untuk menghentikan syi'ar-syiar islam. Bahkan sebaliknya, syi'ar-syi'ar islam tetap tegak, siapapun boleh hadir... jika takut maka menahan diri di rumah, dan jika sakit maka dia harus bersabar dan menahan dirinya tetap di rumah sehingga rumah-rumah Allah tetap terbuka dan berjalan sesuai izin Allah dan perintahNya -Tabaaroka wa ta'aala-

قال الله تعالى: (وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ *أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ*) [سورة البقرة : 125].

(Al-Baqarah):125 - Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

وقال تعالى: (فِي بُيُوتٍ *أَذِنَ اللَّهُ* أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ) [سورة النور : 36].

(An-Nūr):36 - Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

وقال ﷻ : (ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ) [سورة الحج : 32].

(Al-Ĥaj):32 - Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Sesungguhnya penutupan masjid-masjid dan pelarangan tegaknya syi'ar-syi'ar islam disebabkan alasan-alasan di atas adalah sebuah pendapat iftiaat(memaksakan) atau pendapat yang dibuat-buat bahkan ini bentuk penghancuran masjid-masjid

قال الله تعالى: (وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ) [سورة البقرة : 114].

(Al-Baqarah):114 - Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Rumah-rumah Allah adalah sebersih-bersihnya tempat dan lokasi yang Allah paling cintai di muka bumi ini, berbeda dengan pasar-pasar dan tempat-tempat duniawi lainnya.

كما في صحيح مسلم عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا».

Sebagaimana diriwayatkan di dalam Sohih Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Lokasi yang paling Allah cintai adalah masjid, dan Lokasi yang paling Allah benci adalah pasar.” (HR. Muslim: 1076)

Maka siapapun yang datang bertamu ke rumah-rumah Allah (untuk beribadah), maka Allah akan memuliakannya, dan Allah akan menjaganya dengan penjagaan Allah -jalla wa 'ala-

Sehingga penggambaran bahwa rumah-rumah Allah adalah sumber lokasi kegelisahan, sumber penyebaran wabah dan ketakutan (meskipun para ulama mujtahidun tidak ada yang berpikiran demikian) akan tetapi perlu dipahami bahwa ini adalah bentuk gerakan terbiyah yang berbau sekulerism(bisa jadi ditunggangi). Harus kita renungkan wahai para ulama-ulama dan masyayikh ahli fadhl! tentu jelas harus kita tarik kebelakang kembali, bahwa sumber awal pendapat yang mendakwahkan penutupan masjid-masjid dan pemberhentian tegaknya syi'ar-syi'ar ini bukanlah bersumber dari lembaga-lembaga yang memiliki sepak terjang dalam penegakan syi'ar dan din islam, bahkan tidak percaya akan kebesaran Allah... lalu diikuti oleh para masyayikh ahli fadhl.

Tidak pernah diketahui dan dikenal di dalam sejarah umat islam keberanian sembrono dalam masalah besar dan bahaya ini, seberapapun tingginya derajat kedzoliman para penguasa dan sultan-sultan atau seberapapun tingkat kesesatan seorang alim tidak ada yang berani melakukan hal demikian(keputusan penutupan masjid dan peniadaan syi'ar-syi'ar islam) disebabkan ilmu mereka bahwa hal ini bukan bidang mereka.

Maka berhati-hatilah kalian wahai dokter-dokter! janganlah kalian sembrono sampai-sampai menaikkan status kalian pada status berat dan berbahaya ini! (status fatwa) takutlah kalian terhadap Allah atas ilmu yang telah Allah berikan kepada kalian! jangalah kalian tertipu dengan ilmu kalian!

Supaya mereka ketahui(dokter-dokter), bahwa maqom ini(fatwa penutupan masjid) bukanlah maqom bidang mereka. Semoga Allah memberkahi mereka para dokter, dan semoga Allah menjadikan mereka(para dokter) bermanfaat bagi islam dan muslimin

(لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ) [سورة النور : 63].

(An-Nūr):63 - Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

والله أعلم.

( Sumber teks arab : channel telegram resmi Syaikh Shodiq al-Hasyimiy hafidzohullah )

Penerjemah: Abu Musa al-Mizzy
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih
  4. /
  5. Meminta Fatwa terhadap Dokter dalam Hal Penutupan Masjid dan Pelarangan Syariat