data:post.title

Perancis dan Sarang Laba-Laba

Perancis dan Sarang Laba-Laba

Perancis dan Sarang Laba-Laba

Oleh Syaikh Abu Mush‘ab ‘Abdul Wadud

Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan bertobat kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan diri kami dan perbuatan buruk kami. Siapa saja yang dibimbing oleh Allah maka tidak akan tersesat dan siapa saja yang tersesat maka tidak akan memiliki jalan yang lurus. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak mempunyai sekutu, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Beliau diutus oleh Allah dengan petunjuk dan keimanan yang lurus untuk membelanya melawan seluruh kekafiran, meskipun bertentangan dengan kehendak orang-orang kafir.

Untuk umat yang tercinta, saudara-saudaraku yang ada dibarat dan timur dunia, saudara-saudaraku mujahidin, saudara-saudaraku yang tertawan dipenjara-penjara para thoghut, Tirani dan orang-orang sekuler. Kepada para pengenggam bara di zaman pengkhianatan dan zaman penyerahan diri, kepada umat merdeka yang berjuang merobohkan kezholiman, kelaliman, kediktatoran dan kerusakan.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, amma ba'du.

Untuk melanjutkan perlawanan terhadap salibis yang dipimpin oleh Amerika (Berhala Hubal abad ini) dan sekutunya Israel atas umat Islam, melalui "Kesepakatan abad ini, dan dengannya mereka melanjutkan penjajahan tentara salibis Perancis di Mali, Niger, Burkina Faso dan seluruh wilayah. Kami menyinggung dengan menyebut negara-negara Afrika barat dan tengah ataupun negara-negara bagian G5 sebagaimana yang dinamakan oleh penjajah Perancis dan siapapun yang mengorbitnya, seiring dengan itu desakan yang terus menerus dilakuan oleh saudara-saudara kalian mujahidin di barisan jihad yang terus membara, hingga dapat membebaskan sejengkal demi jengkal tanah yang dirampas dari kaum muslimin. Dan pada hari itu, bergembiralah mukminin dengan pertolongan Allah,

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar maha kuasa menolong mereka" (al-Hajj: 39)

Umat yang tercinta, telah terkumpul pada Perancis bayang-bayang kehancuran dan beserta seluruh anteknya dari pemimpin koalisi G5 (yang telah berkumpul beberapa hari yang lalu di kota Pau, Perancis). setelah Presiden Prancis yang gagal, Emanuel Macron mengundang mereka dengan cara yang merendahkan martabat, yang tidak pantas bagi seorang pemimpin yang mengklaim sebagai pemimpin rakyatnya yang tertindas. Tujuan yang telah direncanakan dalam pertemuan ini adalah untuk melawan kebangkitan Jihad di kawasan ini, bersamaan dengan penolakan rakyat atas penjajahan Prancis yang merusak negeri. Hal itu adalah keselarasan spontan yang menghantui elit politik Prancis yang telah rusak yang membawa kemewahan di istana kepresidenan Prancis dengan mengorbankan rakyat kita yang tertindas, dan mereka tidak memahami dunia yang telah berubah di sekeliling mereka, karena mereka masih terkurung dalam pandangan kolonialisme yang rasis.

Pada pertemuan yang buruk ini, mereka mengumpulkan dana dan senjata dan meningkatkan jumlahnnya, serta mereka menyeru satu sama lain untuk setia dan saling mendukung di medan pertempuran.

Koalisi mereka yang buruk ini layaknya seperti sarang laba-laba. Tidak lama setelah hal tersebut terungkap, Mujahidin, segala puji bagi Allah, menghancurkannya dengan serangan yang terkoordinasi dengan baik yang menggetarkan pilar-pilar Operasi Barkhane. Mereka menghantam seluruh persendiannya, dimulai dengan menyerang pasukan Prancis di Kidal, dan yang baru-baru ini adalah serangan terhadap barak militer di Dioungani dan Sokolo. Dan apa yang akan datang kemudian akan menjadi lebih buruk dan pahit, dengan izin Allah. Allah SWT menggambarkan orang-orang kafir tersebut dalam al-Qur’an al-Karim:

"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui." (Al-'Ankabut: 41)

Kebencian mereka nyata seperti yang Allah katakan tentang orang-orang kafir diantara kaum nabi Saleh ('Alaihi salam):

"Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya." (An-Naml: 50-51)

Pihak yang paling menyedihkan dalam aliansi ketidakdilan ini adalah para kepala negara G5S, yang mengkhianati amanah saat mereka membuat keputusan yang bertentangan dengan rakyat mereka yang menentang penjajahan salibis Prancis, sumber masalah dan penyebab penderitaan di negeri yang mulia ini. Mereka menyebarkan kemiskinan di antara rakyatnya, menebarkan kebodohan di antara mereka, dan menanamkan ke dalam pikiran mereka ilusi kehebatan Prancis dan kemajuan peradaban barat sehingga mereka menjadi budak selamanya. Demikianlah, mereka seperti yang dikatakan oleh Allah tentang para pembesar Quraisy:

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?." (Ibrahim:28)

Tapi jauh dari itu. Al-Qur’an adalah kitab yang dilindungi, Al-Qur’an mengisi hati generasi demi generasi. Dan Nabi kita SAW memerintahkan memakai wewangian, di mana seruan untuk shalat dikumandangkan, amanah ditunaikan, shalat didirikan 5 kali sehari, dan kaum Muslimin membaca firman Allah:

"'Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (al-Fatihah: 6-7)

Umat yang membaca Al Qur'an dikala siang dan malam hari dan melaksanakan perintah dari Robbnya "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…​" (Ali Imran:110), tidak menyerah kepada musuh-musuh Allah, agen yang menolong penjajah salibis untuk memenuhi hasrat yang sesaat dan kehidupan dunia yang fana, kehidupan yang Allah tujukan untuk tempat beramal,"...Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya..." (al-Hud:7)، Dan mereka sangat mengharapkannya tanpa henti. Mereka buta terhadap nasib tiran sebelum mereka, yang nasibnya lebih menyakitkan. Adapun kami dalam kesempatan ini memperbaruhi dakwah dan seruan kami kepada kalian wahai para penguasa, kami menyeru kepada kalian supaya kalian memperhatikan kebijakan kalian, mengabulkan permintaan rakyat kalian, dan yang terpenting untuk mengeluarkan para penjajah dari negeri kami,supaya bebas dan merdeka rakyat kalian dari hegemoni kekuatan kafir seluruhnya, Kemerdekaan adalah dasar dari kebangkitan sejati, Itu juga diakui oleh semua pikiran yang merdeka, Mereka yang memperjuangkan martabat dan kebangkitan rakyat mereka. Ini adalah pesan kami kepada kalian para penguasa. Allah berfirman, "... (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (Al-Hud:1-3)

Jika kalian benar-benar serius tentang panggilan untuk dialog dan negosiasi yang telah kalian luncurkan melalui media, pada hari ini, maka kami tidak menginginkan dialog sia-sia, tetapi kami ingin negosiasi serius yang meletakkan batu fondasi untuk pembebasan tanah air kami dan rakyat kami. Dan darinya ada terobosan yang nyata, Kami memiliki semua bahannya, Negosiasi serius yang memulihkan perselisihan dan konflik antara kalian dan kami, dan mengembalikannya kepada Allah dan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam sebagaimana yang diperintahkan oleh Rabb kami. Allah Ta'alaa berfirman:

"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."(An-Nisa': 59)

Bukan kepada para pemimpin mason yang korup dan rusak dari kalangan politikus Prancis, yang telah menjadi begitu rakus sehingga mereka tidak memiliki belas kasihan bahkan terhadap rakyat mereka yang atas namanya mereka menjarah kita dan mengambil sumber daya kita, seperti perbuatan para tiran selama sepanjang abad. Kami tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk berterima kasih dan kami mengapresiasi rakyat yang menolak penjajahan asing dan tiran lokal, yang menindas kita dan memanipulasi kemerdekaan dan martabat kita. Sangat disayangkan, diamnya kita, ketidakpedulian kita, dan keengganan kita dalam memperhatikan urusan publik. Media meyakinkan bahwa itu adalah masalah pribadi para penguasa, tetapi bagi rakyat, itu seperti golongan penyelamat.

Namun, hari ini, sungguh rencana (makar) mereka telah muncul dan kepalsuan seruan mereka menjadi jelas.

Jadi, seharusnya jangan ada lagi yang berdiam diri, patuh, dan kembali sampai kalian mendapatkan hak penuh kalian untuk hidup secara terhormat di negeri (ini) yang diatur oleh keadilan hukum Syari'at, dan kembali merebut kejayaan yang dibangun oleh leluhur kalian para pemimpin Islam, semoga Allah menyayangi mereka, seperti Mansa Musa Kankan yang biasa bersedekah dengan emas selama perjalanan hajinya.

Adapun kalian, wahai para Mujahidin pemberani, yang memberikan hati kalian untuk Ummat, yang mengajarkan Tentara Salib dan pengikutnya pelajaran yang sangat berharga, setelah mereka berpikir bahwa umat Islam telah mati. Semoga Allah membalas kalian dengan sebaik-baik balasan. Semoga Allah menerima jihad kalian, dan penjagaan kalian di garis-garis wilayah jihad, karena kesabaran dan ketekunan kalian, seperti dikatakan oleh pedang Allah, Khalid bin Al Walid, semoga Allah meridhainya, berkata, Ketika dia ditanya: bagaimana kalian membunuh Romawi ? Dia berkata: Setiap kali mereka bersabar, kesabaran kita lebih (bersabar) atas mereka.

Mohonlah pertolongan dalam melawan mereka melalui ketaatan dan pengorbanan, karena kita tidak melawan mereka dengan jumlah yang besar melainkan kita melawan mereka dengan keimanan yang Allah memberkahi kita dengannya. Waspadalah terhadap kezaliman, karena dampaknya akan muncul segera. Luruskan niat kalian. Perangilah musuh yang memerangi Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman saja. Hindari target yang meragukan. Meminta maaf apabila teradapat kesalahan itu lebih baik di mata Allah daripada keliru dalam membunuh orang-orang yang tidak boleh dibunuh. Jangan menargetkan kumpulan masyarakat dan pasar-pasar mereka untuk melindungi darah dan harta mereka. Dan ketahuilah -wahai para hamba Allah- kalian lebih dekat dengan kematian, sesungguhnya yang pertama kali diadili di antara sesama manusia di hari kiamat adalah masalah darah. Dzat yang memerintahkan kalian untuk berperang berfirman:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Dia yang melarang kalian untuk membunuh orang yang tidak boleh untuk dibunuh.

Berkata nabi shallallahu 'alaihi wasallam : Orang-orang beriman akan senantiasa berada dalam ruang agamanya kecuali ia menumpahkan darah yang terlarang. (HR. Bukhari dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma).

Bertakwalah kepada Allah dalam iman kalian, Bertakwalah kepada Allah dalam Jihad kalian, Bertakwalah kepada Allah untuk Ummat,

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Hajj : 40)

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (al-Munaafiquun: 8)

Dan segala puji bagi Allah, Robb semesta Alam.

Pidato Syaikh Abu Mush'ab 'Abdul Wadud rahimahullah.
Diterjemahkan oleh Al Bayyinah Media

  1. Beranda
  2. /
  3. Selainnya
  4. /
  5. Perancis dan Sarang Laba-Laba