data:post.title

Hagia Sophia antara Bersinar dan Menghilang

Hagia Sophia antara Bersinar dan Menghilang

Hagia Sophia antara Bersinar dan Menghilang

Oleh Syaikh ash-Shadiq bin ‘Abdillah al-Hasyimi 

Hagia Sophia antara bersinar dan menghilang.

Allah Ta‘ala berfirman,

مَا كَا نَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ بِا لْـكُفْرِ ۗ اُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ ۚ وَ فِى النَّا رِ هُمْ خٰلِدُوْنَ

"Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka."

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."

اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَـآ جِّ وَعِمَا رَةَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ كَمَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۘ 

"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim."

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ هَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. At Taubah: 17-20)

Dan di Shahih Muslim, dari ‘Aisyah radhiallahu 'anha berkata,

ْ ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﺑْﻦُ ﺟُﺪْﻋَﺎﻥَ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻳَﺼِﻞُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢَ ﻭَﻳُﻄْﻌِﻢُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦَ ﻓَﻬَﻞْ ﺫَﺍﻙَ ﻧَﺎﻓِﻌُﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻪُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﻘُﻞْ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ﺧَﻄِﻴﺌَﺘِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦ

"Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, Ibnu Jud'an (kerabatnya) pada masa jahiliah selalu bersilaturahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu memberikan manfaat untuknya?' Beliau menjawab, 'Tidak. Itu tidak memberinya manfaat karena dia belum mengucapkan, 'Rabbku ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.''" (HR. Muslim no. 315)

Sang tagut tetaplah tagut walaupun ia membangun seribu masjid dan mencetak semiliar mushaf.

Ditulis oleh Syaikh Muhaddits Abu ‘Abdillah Ash Shadiq bin ‘Abdillah Al Hasyimi hafizhahullah.
Diterjemahkan oleh M. Febby Angga.

  1. Beranda
  2. /
  3. Selainnya
  4. /
  5. Hagia Sophia antara Bersinar dan Menghilang