Surat Syaikh Majid al-Majid kepada Syaikh Aiman azh-Zhawahiri
Surat Syaikh Majid al-Majid kepada Syaikh Aiman azh-Zhawahiri
Surat Syaikh Majid al-Majid kepada Syaikh Aiman azh-Zhawahiri
Oleh Syaikh Majid bin Muhammad al-Majid
Segala puji bagi Allah semata, dan sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi yang tidak ada Nabi lagi setelahnya.
Kepada Fadlilatisy Syaikh Aiman Adh Dhowahiri semoga Allah menjaga dan melindungi beliau, mendukung dan meluruskan pendangan dan langkah beliau.
Assalamu ‘alaikum waromatullohi wa barokatuh…
Saya kirimkan surat saya ini kepada antum, seraya memohon kepada Robb kita azza wa jalla semoga antum dalam keadaan baik dan benar-benar sehat. Dan semoga Allah mencurahkan kepada antum berbagai kenikmatan-Nya baik yang lahir maupun yang batin. Juga semoga melindungi antum dan mendukung antum dengan taufiq, hidayah dan pembelaan-Nya, menolong antum dalam menghadapi apa-apa yang menjadi ujian antum, serta menjadikan orang di antara antum sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.
Amma ba’du;
Wahai Syaikh yang tercinta, Amir yang bijaksana dan komandan yang terbimbing.
Melalui surat ini saya sampaikan kepada antum mengenai berbagai peristiwa besar yang baru saja terjadi di Syam, setelah Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi memproklamasikan berdirinya Daulah kesatuan Irak dan Syam, kemudian Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani menolaknya, lalu disusul dengan berbagai peristiwa yang mengiringi dua pernyataan tersebut. Juga berbagai efek yang telah timbul dan akan timbul dari keduanya, berupa berbagai kekacauan besar yang membinasakan yang dikhawatirkan akan terjadi, jika Allah tidak membimbing mujahidin dan para pimpinan mereka untuk mengendalikan masalah ini dengan mencabut sumbu pemicu terjadinya kekacauan ini. Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiq dan petunjuk kepada antum.
Saya ingin masuk kepada pembahasan mengenai hubungan antara hari ini dan masa lalu yang baru saja lewat. Maka saya katakan:
Lebih dari satu tahun yang lalu, kami telah mengirimkan surat kepada Syaikh yang telah syahid Abu Yahya Al Libi, semoga Allah merahmati beliau.
Ada satu salinan dari surat tersebut pada Syaikh (…) semoga Allah melindungi beliau. Di dalam surat tersebut kami singgung beberapa perkara yang berkaitan dengan kondisi dan spesifikasi lapangan Suriah, juga beberapa perkara yang berkaitan dengan eksistensi jihad sebelum terjadinya revolusi di sana. Surat tersebut di antara isinya juga beberapa usulan tentang proyek jihad di sana supaya Syaikh dapat memberikan pelurusan dan memberikan saran tentangnya. Lalu ternyata balasan beliau hampir tidak ada bedanya sedikitpun dengan kami. Dan beliau memberitahukan kepada kami bahwa beliau telah memberikan nasehat kepada para ikhwah di Daulah Islam Irak dengan banyak poin utama yang sama dengan apa yang tertera dalam surat yang kami layangkan kepada beliau.
(…………………………………………………….); karena perang di Suriah ini sebagaimana yang kami prediksikan akan memakan waktu yang lama, dan akan memiliki dampak terhadap Lebanon, Palestina dan Yordania.
Setelah ini saya katakan: Sesungguhnya proklamasi ISIS yang dilakukan oleh Syaikh Al Baghdadi itu, sejauh kajian dan penilaian kami terhadap situasi, jika hal itu terlaksana dan diberlakukan secara efektif, maka justeru akan menghancurkan jihad di negeri Syam, memecah belah barisan jamaah jihad, menciptakan peluang buat musuh untuk menyusup ke dalam semua jamaah, mengadu domba antara mereka, memanfaatkan sebagian mereka untuk memerangi sebagian lainnya, dengan penyusupan yang terkadang dilakukan dengan sangat terang-terangan dan terkadang dilakukan dengan menggunakan topeng media, mata-mata dan intelijen, dan dengan mempengaruhi orang-orang yang polos, juga terkadang melalui negara-negara tetangga.
Hal itu dikarenakan beberapa sebab:
Pertama: JN tidak akan mampu memikul beban proklamasi Daulah sendirian. Karena JN itu selain dia sendiri tidak memenuhi syarat syar’i untuk mendirikan Daulah, JN sendiri secara obyektif tidak akan mampu memikul beban-beban dan kewajiban-kewajibannya sebagai pemerintah. JN juga tidak akan mampu sendirian menghadapi semua hal yang akan dihadapi proyek ini baik dari luar maupun dari dalam, misalnya musuh dan kawan, agen dan loyalis, orang yang terpedaya dan orang yang memiliki kesadaran. Dan inilah yang diungkapkan oleh Abu Muhammad Al Jaulani sendiri dengan menolak proklamasi Daulah dengan pengumuman yang terbuka, sementara kebiasaan mujahidin dalam saling memberi nasehat dan menyebutkan pandangan-pandangan mereka yang tidak sesuai dengan yang lain itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sebagaimana yang kita lakukan sekarang ini.
Namun – sebagaimana yang kami perkirakan – karena alasan kritisnya situasi sehingga tidak ada jalan lain selain mengumumkannya secara terbuka. Apa yang saya katakan: bahwa di antara orang yang akan menetang proyek ini ada orang dekat, ada orang yang tulus dan ada orang yang memiliki kesadaran. Hal ini yang selayaknya dipahami oleh setiap orang.
Jangan sampai menganggap orang lain sebagai pengkhianat dan menuduh mereka sebagai agen musuh hanya berdasarkan indikasi-indikasi yang lemah, bahkan murni berdasarkan prasangka sebagimana yang dilakukan oleh banyak ikhwah. Karena mayoritas pemuka, tokoh dan sesepuh negeri ini, juga mayoritas jamaah jihad, mereka memandang bahwa sekarang ini situasinya belum tepat untuk memproklamasikan sebuah pemerintahan. Dan mereka memandang bahwa hal ini adalah tindakan yang tergesa-gesa dan memetik buah sebelum nampak kematangannya. Mereka juga memandang bahwa tindakan tersebut justeru akan merusak jihad dan menguntungkan musuh, baik yang memandang itu adalah orang yang sependapat dengan masalah ini maupun ia memiliki pandangan lain. Meskipun demikian pasti dia akan tahu bahwa hal ini akan menimbulkan berbagai benturan di lapangan dan banyak pertikaian yang akan berkobar hanya dengan memanas-manasi antar kaum muslimin. Padahal betapa banyak orang yang tukang memanas-manasi. Ditambah lagi dengan rasa saling curiga antara satu dengan yang lainnya. Karena banyak jamaah dan tokoh yang sensitive terhadap pengalaman di Irak. Mereka ini tidak percaya lagi dengan ikhwan-ikhwan kita itu. Mereka memandang para ikhwah kita itu tidak memiliki komitmen yang baik terhdap syariat dan pemahaman politik yang menjadikan mereka layak untuk memimpin sebuah Daulah yang dapat menampung semua potensi mujahidin. Sehingga mereka tidak akan menyambut proklamasi ini, bukan karena tidak suka, akan tetapi karena berbagai alasan yang telah kami kemukakan bahwa mereka itu memandang ini tindakan yang tergesa-gesa dan para pelakunya itu adalah orang-orang yang seperti itu, lalu bagaimana dua kubu ini bisa bertemu? Hal ini menjadikan siapa saja meskipun dia memandang adanya sebuah kelompok yang mampu untuk secara sendirian memproklamasikan Daulah, namun dia tetap akan mensyaratkan bahwa kelompok tersebut harus benar-benar memiliki kemampuan untuk merangkul kelompok-kelompok lain, bersabar terhadap kesalahan-kesalahan mereka, bersikap adil terhadap mereka, dan berusaha untuk merekrut dan menarik mereka ke dalam barisannya. Inilah yang kami lihat tidak mampu dilakukan oleh kelompok manapun, selain gencarnya serangan yang akan diterimanya di media massa maupun di lapangan. Dan pasti hal ini juga akan mempengaruhi banyak orang yang sebenarnya memiliki niat yang baik. Karena memang tidak ada sebuah jamaahpun yang memiliki kemampuan yang cukup untuk menggapai semua orang untuk mengimbangi pihak-pihak lain yang menggapai mereka untuk tujuan membuat pencitraan yang buruk, dengan memanfaatkan kesalahan-kesalahan mereka dan dengan cara memfitnah mereka, juga dengan cara memancing mereka agar mereka berprasangka buruk terhadap jamaah-jamaah yang lain. Seperti inilah musuh bermain di lapangan. Maka yang harus kita lakukan adalah menutup semua celah yang mana jika musuh memasukinya tidak ada seorangpun yang akan dapat membendungnya.
Sebab yang kedua adalah: keberadaan ikhwah itu kebanyakan ada di sebelah timur dan utara Suriah. Sehinga kalau mereka memproklamasikan Daulah tentu akan menyedot seluruh energi di wilayah tersebut, energi untuk mengokohkan dan memenangkannya terhadap pihak-pihak yang menyelisihinya, dan energi untuk menghadapi segala mara bahaya yang mengancam jihad dan revolusi. Sehingga semua ini tentu akan menyibukkan semua orang dari apa yang menjadi tugas wajib kita pada saat ini. Dan inilah yang dikehendaki oleh pemerintah dan juga Amerika. Karena hal ini akan menyedot gerakan revolusi dan jihad dari walayah-wilayah lainnya dan akan dipenuhi agen-agen Amerika dan orang-orang sekuler. Mereka sendiri hanya akan mencukupkan diri dengan wilayah-wilayah terpenting di dalam negeri ini, seperti Aleppo dan pedesaannya, Damaskus dan pedesaannya sebelah barat, untuk mewujudkan apa yang gagal mereka capai dalam dua tahun. Karena keterlibatan Barat di Suriah disebabkan letak geografisnya yang sensitif, bahaya yang akan timbul terhadap kepentingan Barat di kawasan jika ia lepas dari kontrol, dan berkuasanya mereka di wilayah-wilayah yang penting tersebut akan dapat menyelamatkan mereka dari keterlibatan ini. Dan mereka akan membuat kesepakatan dengan pemerintah yang mana apapun bentuknya kesepakatan itu tidak akan memihak kepada kepentingan kaum muslimin.
Lalu mana kekuatan yang akan dapat menghalangi mereka melakukan apa yang mereka inginkan? Kekuatan tersebut telah habis tersedot untuk mewujudkan kepentingannya di wilayah-wilayah yang lain. Lalu tatkala mereka telah mapan dalam menjalankan proyek yang mereka inginkan, dan mereka telah kokohkan proyek tersebut di wilayah-wilayah tersebut, mereka baru setelah itu akan memberangus para ikhwah di wilayah timur dan utara setelah mereka berhasil melemahkan kekuatan para ikhwah tersebut dengan peperangan-peperangan sampingan.
Ketiga: Pemerintah Nushairiyah ini berusaha untuk membuat perkumpulan-perkumpulan dan wilayah-wilayah yang terdapat banyak golongannya; yakni di Homs dan pantai barat. Dan mereka akan dapat memberikan bantuan dari laut dan dari Lebanon melalui Hizbulloh, dan mereka akan melindungi kelompok dan negeranya di sana, sehingga mereka akan dapat terus memerangi mujahidin di wilayah-wilayah lainnya dengan bantuan dari Timur dan Barat. Dan inilah tambahan PR yang muncul akibat proklamasi tersebut. Adapun pandangan dan sikap Barat terhadap pemerintahan Basyar Assad, apakah akan tetap dibiarkan seperti semula? Ataukah akan diganti dengan tetap memelihara lembaga-lembaganya yang masih memungkinkah untuk tetap dipelihara? Ataukah mereka akan memanfaatkan keleluasaan yang dapat mereka wujudkan di beberapa kota penting untuk membetuk sistem baru untuk pemerintahan transisi sekarang ini dengan bantuan dari pasukan keamanan negara-negara Arab, ataukah mereka akan melakukan yang lainnya.
Apapun jawabannya, hasilnya akan tetap sama saja tidak akan menguntungkan kaum muslimin dan akan menjadikan musuh dapat memetik hasil revolusi untuk kepentingan mereka, dan untuk melahirkan sebuah pemerintahan yang akan loyal kepada mereka, sebagaimana yang telah mereka kerjakan pada satu abad yang lalu, dan sebagaimana yang telah mereka lakukan pada revolusi-revolusi di tempat lain; meskipun hal itu sampai saat ini belum dapat mereka kerjakan.
Oleh karena itu yang berbicara kepada antum ini, juga semua orang yang telah kami ajak bermusyawarah baik di dalam jamaah kami maupun di luar jamaah kami, tidak memiliki pendapat selain bahwa proklamasi Daulah untuk saat ini dengan kondisi yang semacam ini dan dengan cara yang seperti ini justeru akan membuka peluang keselamatan bagi pemerintah dan bagi Negara Yahudi dan Barat, memberikan kesempatan kepada mereka untuk membentuk Suriah sebagaimana yang mereka inginkan, dan menjadikan pemerintahan simbolis yang ditolak oleh mayoritas aktifis revolusi itu menjadi sebuah proyek yang mungkin untuk diefektifkan, lantara kondisi ditubuh revolusi sendiri yang tercerai-berai.
Maka daripada kita melontarkan proyek yang akan melahirkan dampak-dampak seperti ini, dan akan memperkuat proyek-proyek yang diajukan dari pihak luar, serta akan mempermudah mereka untuk memaksakan proyek-proyek tersebut di Suriah padahal sebelumnya Amerika telah kebingungan bagaimana cara memaksakan proyek-proyek tersebut di sana, daripada seperti itu kenapa kita tidak berkolaborasi dengan (mujahidin) yang lain yang memiliki proyek juga, untuk membentuk sebuah proyek yang kita sepakati, meskipun di dalamnya masih terdapat kekurangan, asal masih mengandung dua hal:
- Syariat adalah undang-undang Negara.
- Negara terbebas dari kendali dan kontrol Barat.
Dan alangkah beratnya proyek seperti ini! Dan betapa sangat memerlukan kepada kerja keras orang-orang yang tulus dan kekompakan mereka di atasnya, serta pengerahan segala kemampuan mereka untuk mewujudkannya dan untuk menghadapi segala rintangan yang akan dihadapinya.
Dan sebagaimana telah antum ketahui bahwa kelompok-kelompok revolusi telah menolak semua dikte dari luar, mereka melawan dan tidak memberikan pengakuan terhadap para agen yang datang dari luar. Dan mereka semua mendukung JN tatkala diperangi oleh media massa yang didukung oleh Barat, dan ketika dimasukkan dalam kategori kelompok teroris. Demikian juga sikap jamaah-jamaah jihad lainnya. Sehingga kejasama dengan mereka ini memungkinkan untuk dibangun dan memang harus diusahakan, serta perlu untuk diposisikan sebagai prioritas utama, dan hendaknya kajian yang dilakukan bersama mereka didasari oleh fiqh (pemahaman) dan pertimbangan atas keterbelakangan umat dalam pandangan syar’i, mengupas masalah-masalah yang penting dan hendaknya mengarah kepada gambaran yang paling ideal yang memungkinkan diraih secara syar’i, baru setelah itu diusahakan untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Dan inilah yang kami lihat tengah antum serukan, dan antum dorong supaya mujahidin itu memahami dan mengamalkan hal ini, supaya mereka dapat mewujudkan buah dari jihad, menyelamatkan negara dan memperbaiki kondisi masyarakat.
Kemudian saya akhiri surat ini dengan menyinggung satu permasalahan yang penting, yaitu masalah menampakkan diri dan menegakkan Daulah di masa sekarang ini yang mana pada masa sekarang ini ada dua hal yang memiliki pengaruh:
- Bahwa tatanan masyarakat dunia dan Amerika –
meskipun Amerika telah mengalami keterpurukan dan kemunduran – masihlah kuat
dan mampu untuk menggerakkan agen-agennya dan merekrut dunia internasional
untuk memerangi siapa saja yang dikehendakinya.
- Bahwa umat Islam itu telah menjadi sebuah unsur
yang aktif, yang penuh gairah, namun masih minim pemahaman mengenai persoalan
syar’i, pergerakan dan politik.
Maka alangkah baiknya – wahai Syaikh kami – seandainya antum punya perhatian untuk menghidupkan, membuat kajian dan memberikan arahan mengenai persoalan ini. Seberapa kadar yang diperlukan untuk situasi sekarang ini dalam melakukan keterbukaan jihad? Dan apakah sekarang ini memang sudah saatnya untuk menegakkan Daulah? Ataukah sekarang ini adalah fase untuk membangun kesadaran dan menarik umat kepada misi jihad sebagai sebuah persiapan untuk menghadapi fase yang akan datang? Tidakkah kita masih perlu untuk jihad dan bersabar sampai tatanan dunia kafir dan Amerika ini menjadi lemah sehingga tidak mampu lagi menghalangi kaum muslimin untuk menegakkan Daulah Syari’ah? Semua pertanyaan ini berporos pada satu makna, saya berharap ada di antara antum yang ditugasi untuk memberikan perhatian dan arahan kepada mujahidin di seluruh penjuru dunia.
Inilah yang dapat kami sampaikan dalam ketergesa-gesaan yang menjadi tuntutan cepatnya peristiwa itu terjadi. WAllahu a’lam. Kami memohon kepada Allah agar melindungi dan meluruskan antum, serta membantu antum dalam memikul beban antum, dan semoga Allah memperbaiki kaum muslimin dengan perantaraan antum. Sholawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat beliau semua.
Anak
dan pembantu kalian:
Majid
bin Muhammad Al Majid.