data:post.title

Berjihad atau Menuntut Ilmu, Lebih Utama Mana?

Berjihad atau Menuntut Ilmu, Lebih Utama Mana?

Berjihad atau Menuntut Ilmu, Lebih Utama Mana?

Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-Libi

Pertanyaan:

Apa yang lebih utama bagi seseorang, menuntut ilmu sementara ia baru meniti jalan menuntut ilmu, tetapi kemudian ia menemukan jalan untuk berjihad-, apakah ia berangkat jihad atau meneruskan menuntut ilmu sampai menguasai banyak ilmu baru kemudian berangkat jihad?? Juga, kitab apa yang Anda nasehatkan untuk menjadi bekal iman seorang mujahid?

Jawaban:

Masalah ini berbeda antara satu orang dengan yang lain dan antara satu kondisi dengan kondisi yang lain. Tidak bisa dijawab dengan satu jawaban (disamaratakan) untuk semua orang dan untuk semua kondisi. Hendaknya ia meminta saran kepada orang yang ia percaya dari kalangan ahli ilmu (ulama) dan orang-orang yang bisa memberinya masukan dan nasehat, yang mereka benar-benar orang-orang terpercaya dan amanah. Setelah itu, bertawakkal kepada Allah.

Namun secara global, untuk membantu Anda dalam bersikap: Apabila penuntut ilmu ini termasuk orang yang cerdas dan diharapkan menjadi ulama dan tidak khawatir atas dirinya berubah menjadi buruk, wal iyyaudzubillaah, maka sebaiknya ia meneruskan belajarnya sambil berniat berangkat berjihad kapan saja ia benar-benar wajib baginya. Niat ini adalah syarat. Tanpanya kewajiban belum terlepas darinya. Kaidahnya, seandainya sudah jelas bahwa berangkat jihad benar-benar secara syari wajib baginya sekarang, maka ia harus langsung berangkat dan meninggalkan belajar dan segala sesuatu.

Adapun kitab-kitab yang saya nasehatkan untuk dijadikan bekal iman seorang mujahid, di antaranya adalah Masyariul Asywaaq (Ibnu An-Nuhaas), risalah Kasyfu Syubuhaatil Mukhadzilin Anil Jihad (Harits Al-Mishri) ini bisa didapatkan di Maktabah Syamilah Elektronik. Al-Wabil Ash-Shayyib minal Kalim Ath-Thayyib dan Al-Jawab Al-Kafiy Liman Sa-ala Anid Dawaa Asy-Syaafiiy (keduanya karya Ibnul Qayyim), kitab Hushununa Muhaddadah Min Dakhiliha (Muhammad Muhammad Husain), dan kitab-kitab bagus lainnya masih banyak. Walhamdu lillah. Wallahul Muwaffiq.

Penerjemah: Abu ‘Abdirrahman al-Faqir

  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih
  4. /
  5. Tanya Jawab
  6. /
  7. Berjihad atau Menuntut Ilmu, Lebih Utama Mana?