Hamas dalam Timbangan
Hamas dalam Timbangan
Hamas dalam Timbangan
Oleh Syaikh ‘Athiyyatullah al-Libi
Wahai saudaraku yang mulia. Engkau tahu bahwa
HAMAS itu aslinya adalah gerakan Ikhwanul
Muslimin. Artinya ia berafiliasi kepada pemikiran
dan jama’ah Ikhwanul Muslimin. Sedangkan
jama’ah ini (yakni Ikhwanul Muslimin) bukanlah
jamaah yang dapat dipercaya dalam masalah jihad.
Ini adalah perkara yang harus kami katakan. Dan
tentunya ini adalah menurut pendapat dan
keyakinan kami. Hal ini dapat kami simpulkan
berdasarkan dua hal:
a. Pemikkiran, manhaj dan materi pembinaan
jama’ah ini serta rangkaian pemikiran yang
mendominasinya.
b. Pengalaman bersama jama’ah ini di berbagai
belahan bumi.
Dan engkau harus ingat bahwa kita ini sedang
berbicara mengenai jamaah (organisasi), bukan
mengenai personalnya. Karena personal itu
orangnya bermacam-macam dan antara mereka
masing-masing ada tingkatan yang berbeda-beda.
Ada di antara mereka yang bergabung dengan
mereka namun tidak membawa semua keyakinan,
pemikiran dan alur berfikir jamaahnya, dan pada
dirinya terdapat kebaikan, keshalihan dan kelebihan.
Dan kenyataannya membuktikan hal itu,
Alhamdulillah.
Nah, HAMAS itu bagian dari Ikhwanul Muslimin.
Memang bisa dikatakan bahwa HAMAS itu memiliki
spesifikasi sendiri dan kami tidak menyamaratakan
status hukumnya. Akan tetapi kita berhak untuk
mengungkapkan kekhawatiran kami karena kami
telah menyaksikan sendiri berbagai kasus. Kami
juga mengerti bagaimana jama’ah induknya
memiliki pengaruh pada pemikiran HAMAS.
HAMAS itu berada di negeri terjajah. Tragedi harian,
bencana, ujian, musibah dan kedzhaliman terus
berulang kali dilakukan musuh yang asli kafir dan
disepakati kekafirannya dan kedzhalimannya. Dan
telah diketahui secara pasti dalam agama Islam
bahwa musuh mereka tersebut adalah musuh yang
kafir yang wajib untuk diperangi dan dilawan.
Semoga Allah memberkati para pemimipin mereka
pada generasi awal, dan semoga Allah memberikan
pahala kepada mereka dengan sebaik-baik pahala.
Mereka bangkit berjihad melawan dan menghadapi
musuh tersebut. Mereka merekrut para pemuda,
mengorganisir mereka, meningkatkan kualitasnya
dan maju di hadapan masyarakat.
Ini tidak diragukan lagi adalah kebaikan, kebenaran
dan amal shalih.
Kami memohon kepada Allah agar menerima amal
mereka.
Akan tetapi lagi: orang-orang sekuler dan
nasionalis, bahkan komunis, banyak di antara
mereka yang bangkit memerangi musuh tersebut..!
FATAH misalnya, gerakan massa, para penganut
demokrasi dan lain-lain. Dan apakah kita sudah
lupa dengan perjuangan Yasir ‘Arafat?!
Perang di Palestina itu selain disyareatkan dalam
agama kita, ia juga dibenarkan dalam ajaran kaum
sekuler, komunis, dan nasionalis, yakni
dibenarkannya melawan penjajah.
Perang di Palestina melawan Zionis itu
sebagaimana kita mendukungnya, juga didukung
oleh Sayyid Thanthawi, Al Buthi, Al Qardlawi, Basyar
Assad, Husni Mubarak, dan juga Muammar Qadhafi.
Karena perang di Palestina melawan Yahudi ini,
meskipun ia merupakan amal shalih bagi orang
beriman yang melakukannya, akan tetapi ia juga
bukan ukuran yang standar untuk menilai
seseorang.
Namun penilaian itu haruslah ditambahkan dengan
hal lainnya, yaitu: manhaj yang benar, serta
kesesuaiannya dengan Al Qur’an dan Sunnah, di
mana yang paling utama dan paling puncak adalah
tauhid yang murni dan aqidah yang benar.
Semua ini dapat diketahui dari dua sisi:
Pertama: manhaj dan teori yang ditulis dan yang
dinyatakan.
Kedua: praktek lapangan, sikap dan sambutan
amalannya dalam menjawab berbagai ujian di
lapangan.
Dan sekali lagi mari kita ingat bahwa kita ini tengah
membicarakan tentang organisasi (jama’ah),
meskipun antara individu dan jama’ah itu memiliki
banyak kesamaan hukum.
Namun jika kita lihat pada dua sisi tersebut, maka
kita akan dapatkan bahwa HAMAS itu — sebagai
organisasi — memiliki banyak catatan..!
Catatan-catatan ini — meskipun kita memberikan
udzur kepada mereka lantaran sulitnya situasi,
kelemahan, dan keterpaksaan — menjadikan kita
khawatir mereka akan terjatuh dan menyeleweng.
Karena latar belakang pemikiran dan manhajnya
adalah Ikhwanul Muslimin.
Sedangkan kami telah mengenal Ikhwanul Muslimin
dan memiliki pengalaman hidup bersama mereka.
Akan tetapi kami tidak akan mendahului kejadian,
dan kami tidak akan menilai manusia hanya
berdasarkan itu semata.
Akan tetapi kami harus waspada.
Semua ini kita sebutkan di sini supaya kita tidak
tertipu dan tidak kecewa jika terjadi sesuatu, untuk
jaga-jaga, dan supaya kita selalu sadar dan
waspada.
Namun kita menilai orang itu adalah berdasarkan
yang dhahir, kita mengharapkan orang itu baik, dan
kita memberikan udzur kepada kaum muslimin
sebisa mungkin.
Namun bagaimana pun hari ini mereka masih
memiliki kesempatan untuk menunjukkan jati diri
mereka. Kami selalu berharap yang baik buat
mereka. Kami berdoa kepada Allah agar
memberikan bimbingan kepada mereka dalam
mentaati-Nya dan dalam kebaikan. Hanya di tangan
Allah SWT semua perkara itu. Dan Allah itu akan
senantiasa menjaga agama-Nya dan meninggikan
kalimat-Nya. Maka beruntunglah bagi orang yang
beramal untuk mencari ridla Allah.
Kesalahan-kesalahan dan catatan-catatan yang ada
pada HAMAS itu saya kita tidak perlu kita
berpanjang lebar dalam membahasnya. Yang mana
semua itu merupakan kalkulasi dari berbagai
keyakinan, pandangan, manhaj, politik, perkataan,
pernyataan, sikap dan hubungan dalam dan luar
negeri. Wallahul musta’an…!
Yang puncaknya adalah terlibat dalam pemilu
legislatif dan berhasil memenangkannya sehingga
menghantarkan HAMAS menjadi alat bagi
pemerintahan yang kafir dan murtad (Pemerintahan
Palestina) menjadi bagian dari pemerintah yang
rusak dan busuk itu dari semua sisinya, yang
searusnya wajib untuk diperangi dan disingkirkan —
jika memungkinkan — bukan malah menjadi bagian
dan menjadi alat legislatif dan eksekutif baginya..!!
Hanya kepada Allahlah kita mengadu.
Kami mengajak saudara-saudara kami HAMAS
untuk meninggalkan apa yang telah mereka lakukan
itu, meminta ampun kepada Allah dan bertaubat
kepada-Nya. Janganlah mereka tertipu dengan
ulama’ yang memberikan fatwa membolehkan apa
yang mereka lakukan sekarang ini. Karena orang-
orang yang memberikan fatwa dan membolehkan
apa yang mereka kerjakan sekarang ini adalah
orang yang bersikap diam terhadap semua thaghut
murtad di seluruh negeri-nergeri kaum muslimin,
mereka letakkan tangan mereka di tangan para
thaghut tersebut, duduk bersandingan dengan
mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh salah
seorang pemuka mereka beberapa saat yang lalu
bersama si Zindiq Muammar Qadhafi,
Musailamahnya zaman sekarang, semoga Allah
melaknatnya!! Para mufti yang memperbolehkan
perbuatan kalian itu adalah orang-orang yang
bersikap diam terhadap apa yang dilakukan oleh
Musyrikin Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah di Irak dan
lain-lain.
Bagaimana kalian bisa menaruh kepercayaan
kepada mereka dan mendengarkan fatwa bolehnya
dari mereka?
Kalau bukan karena meremehkan masalah dan
lemahnya semangat!
Kalau bukan karena lemahnya manhaj dan fikrah..!
......
Kesalahan yang dilakukan HAMAS, kami berharap
mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan
udzur karena melakukan takwil dan mengikuti fatwa
sejumlah ulama’ yang mereka percayai. Kami tidak
memvonis mereka kafir. Namun menurut kami
mereka adalah orang-orang Islam yang berbuat
salah. Kami berusaha menasehati dan memberikan
masukan kepada mereka sebagaimana yang kami
lakukan kepada setiap muslim. Dan kami
menentang setiap perbuatan yang kami pandang
mungkar. Kami jelaskan ketergelinciran dan
kekeliruan yang mereka lakukan, dan kami tidak
memendam kedengkian kepada mereka dan
kepada umat Islam lainnya.
Atas dasar itu, maka keteguhan HAMAS dalam
menghadapi kecaman dan konspirasi internasioal
dan dalam negeri adalah terhitung sebagai amal
shalihnya. Lebih besar lagi daripada itu adalah jihad
dan pengorbanan besar dan gemilang yang
dilakukan oleh putra-putranya, dan jasa mereka
yang banyak di jalan Allah SWT. Semua itu terhitung
sebagai kebaikan orang yang melakukannya, yang
kita harapkan Allah menerimanya dari mereka dan
memuliakan mereka di dunia dan di akherat.
Akan tetapi kami memandang masuknya HAMAS
dalam permainan demokrasi dan dalam dewan
legislatif yang telah menyeret mereka kepada
banyak perbuatan yang menyelisihi ajaran Islam,
ditambah lagi dengan akumulasi lainnya dari
pemikiran-pemikiran, ucapan-ucapan dan
perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan
syareat, semua itu adalah kemungkaran, kebatilan
dan kerusakan yang besar. Kami berlepas diri
kepada Allah dari semua itu, kami menentangnya
dan kami menasehati saudara-saudara kami agar
mereka bertaubat kepada Allah dan menjauhi
semua itu, agar mereka meperbaikinya dan agar
mereka berpegang teguh hanya dengan Allah SWT
semata.
[Disalin dari duniaekspress]