data:post.title

Kesepakatan Umat atas Masalah Uzur dengan Kebodohan

Kesepakatan Umat atas Masalah Uzur dengan Kebodohan

Kesepakatan Umat atas Masalah Uzur dengan Kebodohan

Oleh Syaikh ‘Umar bin Mahdi Alu Zaidan  

Umat bersepakat atas adanya uzur dengan kebodohan (al ‘udzru bil jahl) dari aspek apa?

Sesungguhnya mereka tidak mengafirkan orang yang dalam kondisi tidak tahu (jahil) sampai tegak atasnya dalil (hujah). Ini adalah perkataan Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, perkataan murid-muridnya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, dan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana kami katakan kepada kalian dari kitab beliau Al Istighatsah dalam bantahan beliau atas Al Bakri dan beliau menjelaskan bahwasanya Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidaklah mengafirkan orang-orang yang tawaf di kuburan sampai tegak atas mereka dalil (hujah).

Beliau berkata,

ولكن لاندراس آثار الرسالة ولعدم وجود من ينبههم لم يمكن تكفيرهم أيضاً مجمعون

“Dan akan tetapi tidak ditemukan adanya risalah dan tidak pula ada orang yang menjelaskan mereka, maka mereka tidak dapat dikafirkan. Ini telah ijmak.” (selesai sampai masalah ini)

Telah ijmak bahwa tidak boleh mengafirkan mereka sampai tegak atas mereka dalil (hujah).

Masalah yang kedua, telah ijmak bahwa tidak ada azab/hukuman atas mereka sampai adanya ujian pada hari kiamat karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولاً

“Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Sebagaimana pula telah tetap dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadis Al Aswad bin Sari' tentang 4 golongan manusia yang protes pada hari kiamat kepada Allah dan beliau menyebutkan di antara mereka adalah ahli fatrah, yaitu orang-orang yang tidak sampai atas mereka hujah risalah. Beliau juga menyebutkan di antara mereka adalah orang-orang yang tuli yang telah sampai kepada mereka hujah risalah, namun mereka (orang-orang yang tuli) tidak mengerti apa yang dikatakan.

Ibnul Qayyim ‘alaihi rahmatullah berkata,

ويقاس عليه الأعجمي الذي تبلغه الرسالة ولا يوجد هنالك ترجمان يترجم له .

“Dan begitu pula orang-orang ‘Ajam yang telah sampai kepadanya hujah risalah, namun tidak ada penerjemah yang menerjemahkannya untuknya.”

Penulis: Syaikh Mujahid ‘Umar bin Mahdi Alu Zaidan ghafarallahu lah
Penerjemah: M. Febby Angga ‘afallahu ‘anh
Sumber: Baraah al-Mujahidin min Ghuluw al-Mukaffirin, hlm. 9

  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih
  4. /
  5. Kesepakatan Umat atas Masalah Uzur dengan Kebodohan