data:post.title

Keutamaan Ribath di Jalan Allah

Keutamaan Ribath di Jalan Allah

Keutamaan Ribath di Jalan Allah

Oleh Syaikh ‘Abdurrazzaq bin Ghalib al-Mahdi

Wahai pencari surga!

Jangahlah engkau tinggalkan ribath, apa pun yang tejadi, serta jangan pula engkau haramkan atas dirimu ganjaran yang besar.

Wahai orang-orang yang berjaga di perbatasan.

Ganjaran bagimu agung dan engkau dekat dengan Allah Ta‘ala.

Ketahuilah, selama engkau mengikhlaskan niatmu karena Allah semata, maka engkau lebih baik daripada sekadar mendirikan salat di malam hari dan puasa di siang harinya!!!

Berikut ini di antara hadis-hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai keutamaan ribath dan murabithin (orang yang ribath).

Hadis pertama:

ﺭِﺑَﺎﻁُ ﻳَﻮْﻡٍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ...

"Ribath satu hari di jalan Allah lebih baik dari dunia dan apa saja yang ada diatasnya…” [Muttafaqun ‘alaihi dari hadis Sahl bin Sa‘id]

Hadis kedua:

ﺭِﺑَﺎﻁُ ﻳَﻮْﻡٍ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺻِﻴَﺎﻡِ ﺷَﻬْﺮٍ ﻭَﻗِﻴَﺎﻣِﻪِ ﻭَﺇِﻥْ ﻣَﺎﺕَ ﺟَﺮَﻯ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻪُ ﻭَﺃُﺟْﺮِﻱَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭِﺯْﻗُﻪُ ﻭَﺃَﻣِﻦَ ﺍﻟْﻔَﺘَّﺎﻥ

“Ribath satu hari di jalan Allah lebih baik dari berpuasa dan mendirikan salat malam satu bulan. Dan barang siapa mati dalam keadaan ribath, maka ia mati dalam keadaan berjihad, pahala amalnya terus mengalir, rezekinya dialirkan terus, dan ia akan aman dari dua malaikat pembawa fitnah kubur (malaikat Munkar dan Nakir).” [Dikeluarkan oleh Muslim, At Tirmidzi, dan An Nasai dari hadis Salman Al Farisi]

Hadis ketiga:

ﻛُﻞُّ ﻣَﻴِّﺖٍ ﻳُﺨْﺘَﻢُ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻤَﻠِﻪِ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻤُﺮَﺍﺑِﻂَ ﻓِﻲ ﺳَﺒﻴﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻓَﺈﻧَّﻪُ ﻳُﻨْﻤﻰ ﻟَﻪُ ﻋَﻤَﻠﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻭَﻳُﺆَﻣَّﻦُ ﻓِﺘْﻨَﺔَ ﺍﻟﻘَﺒْﺮ

“Setiap mayit itu dihabiskan atas amalnya —sebagai yang sudah ada saja-, melainkan orang yang ribath di jalan Allah, karena sesungguhnya orang ini, amalannya itu tetap berkembang sampai hari kiamat dan ia diamankan dari fitnah kubur." [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, dan Ibnu Hibban Fadhalah bin ‘Ubaid dan isnadnya hasan]

Hadis keempat:

ﺭِﺑَﺎﻁُ ﺷَﻬْﺮٍ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺻِﻴَﺎﻡِ ﺩَﻫْﺮٍ ﻭَﻣَﻦْ ﻣَﺎﺕَ ﻣُﺮَﺍﺑِﻄًﺎ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻣِﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻔَﺰَﻉِ ﺍﻷَﻛْﺒَﺮِ ﻭَﻏَﺪَﻯ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺮِﺯْﻗِﻪِ ﻭَﺭِﻳْﺢٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻳُﺠْﺮَﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﺟْﺮَ ﺍﻟْﻤُﺮَﺍﺑِﻂِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺒْﻌَﺜَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ عز وجل

“Ribath selama sebulan lebih baik dari puasa selamanya dan siapa yang meninggal saat ribath, maka Allah lindungi dirinya dari kekalutan yang paling besar dan dia (di hari kiamat) akan berangkat membawa rezekinya dan wangi surga serta pahalanya tetap dihitung sebagai pahala orang yang ribath hingga ia dibangkitkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla di hari kiamat.” [Dikeluarkan oleh Ath Thabrani dan perawi-perawinya terpercaya]

Hadis kelima:

ﻛﻞُّ ﻋﻤﻞٍ ﻳﻨﻘﻄﻊُ ﻋﻦ ﺻﺎﺣﺒِﻪِ ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕَ ؛ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺮﺍﺑﻂَ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﻓﺈﻧَّﻪ ﻳُﻨَﻤَّﻰ ﻟﻪ ﻋﻤﻠُﻪ ، ﻭﻳﺠﺮِﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺯﻗُﻪ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡِ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔِ

“Setiap amal terputus dari pelakunya setelah kematian, kecuali orang yang ribath di jalan Allah, karena tetap berkembang baginya amal-amalnya dan mengalir atasnya rezekinya sampai hari kiamat.” [Dikeluarkan oleh Ath Thabrani dengan sanad perawi-perawinya terpercaya]

Hadis keenam:

ﻣﻦ ﻣَﺎﺕَ ﻣُﺮَﺍﺑﻄًﺎ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺃُﺟْﺮِﻱَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﻭﺃﺟْﺮﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭِﺯْﻗُﻪُ، ﻭَﺃَﻣِﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻔَﺘَّﺎﻥِ، ﻭَﺑَﻌَﺜَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻔَﺰَﻉ الأكبر

“Barang siapa yang mati dalam keadaan ribath di jalan Allah, maka dialirkan kepadanya amal salehnya yang biasa ia amalkan dan dialirkan kepadanya rezekinya dan amanlah ia dari fitnah kubur serta Allah membangkitkannya di hari kiamat dalam keadaan selamat dari huru-hara yang terbesar.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Majjah dan perawi-perawinya terpercaya]

Hadis ketujuh:

ﻋَﻴْﻨَﺎﻥِ ﻻَ ﺗَﻤﺴُّﻬُﻤَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ : ﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﻜَﺖْ ﻣﻦ ﺧَﺸْﻴَﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﺎﺗَﺖ ﺗَﺤْﺮُﺱُ ﻓﻲ ﺳَﺒِﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ

“Ada dua mata yang tak disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang begadang untuk berjaga di jalan Allah.” [Dikeluarkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim dari hadis Ibnu ‘Abbas dengan sanad hasan]

Hadis kedelapan:

ﻋَﻴْﻨَﺎﻥِ ﻻَ ﺗَﻤَﺴُّﻬُﻤَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ أبداً: ﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﺎﺗَﺖْ ﺗَﻜْﻸُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭَﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﻜَﺖْ ﻣِﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠﻪ

“Ada dua mata yang tak disentuh api neraka selamanya: mata yang begadang untuk kaum muslimin di jalan Allah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.” [Dikeluarkan oleh Ath Thabrani dan Abu Ya‘la serta perawi-perawinya terpercaya]

Hadis kesembilan:

ﺣَﺮَﺱُ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻳُﻘَﺎﻡُ ﻟَﻴْﻠُﻬَﺎ ﻭَﻳُﺼَﺎﻡُ ﻧَﻬَﺎﺭُﻫَﺎ

“Berjaga semalam di jalan Allah lebih utama daripada seribu malam dengan melakukan salat (sunah) pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya.” [Dikeluarkan oleh Al Hakim dari hadis ‘Utsman dan disahihkannya serta disepakati oleh Adz Dzahabi]

Hadis kesepuluh:

ﺛَﻼﺛَﺔٌ ﻻ ﺗَﺮَﻯ ﺃَﻋْﻴُﻨُﻬُﻢُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ: ﻋَﻴْﻦٌ ﺣَﺮَﺳَﺖْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﻜَﺖْ ﻣِﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﻋَﻴْﻦٌ ﻏَﻀَّﺖْ ﻋَﻦْ ﻣَﺤَﺎﺭِﻡِ ﺍﻟﻠَّﻪ

“Tiga jenis mata yang tidak akan menyaksikan pedihnya api neraka adalah mata yang tidak tidur karena berjaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang tertunduk dan berpaling dari perkara-perkara yang Allah haramkan.” [Dikeluarkan oleh Ath Thabrani dari hadis Mu‘awiyyah bin Hidah dan sanadnya hasan dalam Asy Syawahid.

Maka keberuntungan bagi kalian... Wahai orang-orang yang ribath di jalan Allah.

Penerjemah: M. Febby Angga
Sumber: https://t.me/abedalrazzak/2026

  1. Beranda
  2. /
  3. Hadis
  4. /
  5. Keutamaan Ribath di Jalan Allah