Antara Iman pada Nabi dan Kecintaan terhadap Musuh-Musuhnya
Antara Iman pada Nabi dan Kecintaan terhadap Musuh-Musuhnya
Antara Iman pada Nabi dan Kecintaan terhadap Musuh-Musuhnya
Oleh Syaikh Dr. Hakim bin ‘Ubaisan al-MuthairiTidak akan bersatu keimanan terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kecintaan terhadap musuh-musuhnya dan permusuhan terhadap wali-walinya.
Allah Ta‘ala berfirman,
﴿محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم﴾
“Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih sayang di antara sesama mereka.”
Allah Ta’ala juga berfirman,
﴿لا تجد قوما يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله ولو كانوا آباءهم﴾
“Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya…”
Jadi, setiap orang yang menampakkan kecintaan serta bersikap lembek terhadap Macron, maka dia bukan mukmin!
Hudzaifah al-Jawi
t.me/hudzaifahaljawi