Fenomena Penuntut Ilmu di Akhir Zaman
Fenomena Penuntut Ilmu di Akhir Zaman
Fenomena Penuntut Ilmu di Akhir Zaman
Oleh Syaikh ‘Umar bin Mas‘ud al-HaddusyiFenomena penuntut ilmu akhir zaman, tidak kunjung habis keherananku melihat penuntut ilmu yang melalui sepekan, dua pekan, sebulan, dua bulan, namun tidak ada matan ilmiah yang dihafal, tidak pula hadits-hadits ahkam.
Dia juga tidak membaca sebagian mukadimah dari berbagai disiplin ilmiah, padahal merupakan kunci dari kitab-kitab.
Yang dimaksud di sini bukan mukadimah buku, tetapi pengantar suatu cabang ilmu
Bukan pula sebatas kumpulan mukadimah berupa matan ringkasan, karena mudah puas dengan "mukhtasharat" bisa mematikan "malakah" (kompetensi), setidaknya menurut Asy-Syathibi,
على الطالب أن يحصل الضروري من علوم النحو؛ بعد حفظ كتاب الله تعالى. والعقيدة الصحيحة. وعلوم القرآن. وعلوم الحديث. وأصول الفقه. والفقه. وعلم التزكية.
Setelah menghafal Kitabullah, selayaknya penuntut ilmu menguasai hal-hal yang mendasar dan mendesak dari Ilmu Nahu, Akidah yang Sahih, Ulumul Qur'an, Ulumul Hadits, Usul Fikih, Fikih, dan Ilmu Tazkiah.
Hendaklah perhatiannya dicurahkan untuk memahami kitab; bukan (sekadar) mengkhatamkan kitab ....
Dia harus menentukan target dari perjalanan ilmiahnya, sebab orang yang mengerti konsekuensinya akan memetik hasilnya, dan orang yang bersungguh-sungguh akan sukses.
Jangan sampai cita-citanya berupa kertas karton bernama "ijazah"; ijazah palsu.
Dia perlu sering membaca kitab "Shafahat min Shabr Al-Ulama'" (karya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah), kitab "Uluwwul-Himmah" (karya Dr. Muhammad Ahmad Ismail Al-Muqaddam), dan kitab yang lain.
Janganlah dia merasa cukup hanya dengan mendengarkan syekh seumur hidup
Jika dia sudah berhasil menguasai ilmu secara mendalam, hendaklah mulai menulis di bidang ilmu yang dia cakap tentangnya
Alasannya, orang yang ingin menekuni cabang ilmu tertentu sebagai seorang spesialis, dia perlu berkarya di bidang yang ditekuninya
Pembahasan tentang topik ini perlu uraian lebih lanjut
Syekh Umar Al-Haddusyi
25/6/2020
Terjemah: Ferry Irawan