Kapankah Akhir Waktu Shalat ‘Isya‘?
Kapankah Akhir Waktu Shalat ‘Isya‘?
Kapankah Akhir Waktu Shalat ‘Isya‘?
Oleh Syaikh Sami bin Mushthafa as-Sa‘adiPertanyaan:
Saya punya pertanyaan, Syaikhuna. Kapankah akhir waktu shalat ‘Isya’? Bagaimana pendapat para ulama tentang itu? Lalu bagaimana pendapat yang kuat?
Jawaban:
Akhir waktu shalat ‘Isya' yang ikhtiyari (pilihan) terbagi dalam 3 pendapat:
1. Pendapat yang masyhur dari mazhab Maliki adalah sepertiga malam pertama.
Dalilnya adalah hadis ‘Aisyah radhiallahu ‘an ha, beliau berkata,
َﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﺍﻟْﻌَﺘَﻤَﺔَ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻥْ ﻳَﻐِﻴﺐَ ﺍﻟﺸَّﻔَﻖُ ﺇِﻟَﻰ ﺛُﻠُﺚِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻷَﻭَّﻝ
“Mereka biasa melaksanakan shalat ‘Isya’ antara waktu habisnya mega merah hingga sepertiga malam yang pertama.” (Muttafaqun ‘alaih)
Ad-Dardir dalam Syarh Khalil berkata,
ﺍﻟﻤﺨﺘﺎﺭ (ﻟﻠﻌِﺸﺎﺀ) ﻣﻦ ﻏﺮﻭﺏ ﺣُﻤﺮﺓ ﺍﻟﺸﻔﻖ ﻟﻠﺜﻠﺚ ( ﺍﻷﻭﻝ ) ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻴﻞ
“Pendapat yang dipilih (untuk shalat ‘Isya') adalah dari habisnya mega merah hingga sepertiga malam (pertama).”
Dalam surat ‘Umar bin al-Khaththab kepada pegawainya,
ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﺇﺫﺍ ﻏﺎﺏ ﺍﻟﺸﻔﻖ ﺇﻟﻰ ﺛﻠﺚ ﺍﻟﻠﻴﻞ
“…dan waktu shalat ‘Isya’ adalah jika mega merah telah habis hingga sepertiga malam.”
Abu Hurairah berkata ketika ditanya tentang waktu shalat,
ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻣﺎ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻦ ﺛﻠﺚ ﺍﻟﻠﻴﻞ
“…dan shalat Isya` di antara kamu shalat dengan sepertiga malam.”
Kedua riwayat di atas diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa'.
2. Ibnu Habib dan Ibnu Mawaz dari Malikiyyah, sebagian Syafi‘iyyah, dan sebagian Hanabilah berpendapat bahwa akhir shalat ‘Isya‘ pada pertengahan malam.
Dalil mereka adalah hadis ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ﻓﺈﺫﺍ ﺻﻠﻴﺘﻢ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻓﺈﻧﻪ ﻭﻗﺖٌ ﺇﻟﻰ ﻧﺼﻒ ﺍﻟﻠﻴﻞ
“Maka jika kalian melaksanakan shalat ‘Isya’, maka waktunya hingga pertengahan malam.” (HR. Muslim)
3. Waktu shalat ‘Isya’ meluas hingga terbitnya fajar (yaitu sampai masuk waktu Shubuh).
Dalil pendapat ini adalah hadis Abu Qatadah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ﺇﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺗﻔﺮﻳﻂ، ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺘﻔﺮﻳﻂ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳُﺼﻞّ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺣﺘﻰ ﻳﺠﻲﺀ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻷﺧﺮﻯ
“…tertidur bukanlah berarti meremehkan, namun orang yang meremehkan adalah orang yang tidak mengerjakan shalat sampai datang waktu shalat berikutnya.” (HR. Muslim)
Pendapat ini adalah pendapat mazhab Syafi’iyyah.
Ad-Dasuqi dalam Hasyiyyah ‘ala Syarh Khalil berkata,
ﻭﻗﻴﻞ ﺇﻥ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻱَّ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻳﻤﺘﺪ ﻟﻄﻠﻮﻉ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻓﻼ ﺿﺮﻭﺭﻱَّ ﻟﻬﺎ ﻭﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﻓﻴﻪ ﻓﺴﺤﺔ
“Dikatakan bahwa waktu shalat ‘Isya’ yang ikhtiyari (pilihan) adalah meluas hingga terbitnya fajar tanpa adanya waktu darurat. Ini adalah pendapat mazhab Syafi'iyyah dan di dalamnya terdapat kelapangan.”
Tidak diragukan lagi bahwa pendapat yang kuat¹ adalah pendapat yang pertama dan inilah pendapat dari banyak ulama. Wallahu Ta’ala a’lam.
Catatan penerjemah:
¹ Syaikh di sini menguatkan pendapat yang masyhur menurut mazhab yang beliau anut, yaitu mazhab Maliki.
Sumber: http://samiassaadi.ly/fatwa/50/5053
Penerjemah: M. Febby Angga
- Beranda
- /
- Fikih
- /
- Tanya Jawab
- /
- Kapankah Akhir Waktu Shalat ‘Isya‘?