al-Wala‘ wal Bara‘; Pilar Iman yang Paling Besar
al-Wala‘ wal Bara‘; Pilar Iman yang Paling Besar
al-Wala‘ wal Bara‘; Pilar Iman yang Paling Besar
Oleh Syaikh ash-Shadiq bin ‘Abdillah al-Hasyimi_Al-wala’ wal Bara’_ (atau yang bisa diartikan dengan loyalitas dan anti-loyalitas) merupakan pilar iman yang paling besar maka iman yang benar tidak lepas dari penerapan _Al-wala’ wal Bara’_ untuk Allah, rasul-Nya, dan hamba-Nya yang beriman. Allah ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang mengingkari tagut dan beriman kepada Allah maka dia sudah berpegang pada tali yang sangat kuat dan tidak mungkin diputuskan.” (QS. Al-Baqarah: 256)
Disini, Allah dahulukan ingkar kepada tagut dari pada iman kepada Allah padahal ia termasuk bagian dari iman itu sendiri, sebagai penegasan dan peringatan akan pentingnya ingkar kepada tagut untuk merealisasi sifat iman seorang hamba.
Allah taala juga berfirman: “Tidak (akan) kamu dapati sebuah kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tanamkan keimanan dalam hati mereka dan kuatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan Allah masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung.” (QS. Al-Mujadilah: 22)
Ibnu ‘Aqil _rahimahullah_ berkata: “Kalau engkau ingin mengetahui kedudukan Islam pada suatu zaman maka jangan lihat padatnya mereka di pintu-pintu masjid dan teriakan mereka di depan kakbah _labbaikallahumma labbaik_, tetapi lihatlah sikap mereka terhadap musuh Allah.”
_Lihatlah sikap mereka terhadap musuh Allah_ disini maksudnya adalah lihatlah bagaimana hubungan mereka dengan musuh Allah. Apakah mereka berkasih sayang dengan musuh Allah? Atau mereka (masih) loyal pada Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, serta memusuhi musuh syariat?.
Maknanya: Jangan tertipu dengan padatnya mereka di pintu-pintu masjid dan semangat mereka untuk mendapat saf awal ketika mereka masih mencintai dan menolong orang-orang yang memusuhi Allah dan rasul-Nya.
✒ Editor Admin El-Muhajirun
https://telegram.me/sahabathijrah1