Biografi Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd
Biografi Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd
Biografi Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd
Profil Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd
Nama: Abu Mush‘ab Nashir bin Hamd bin Humain al-Fahd
TTL: Arab Saudi, 1968
Riwayat Pendidikan:
1. Universitas Islam Muhammad bin Su‘ud
Daftar Guru:
1. ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah ar-Rajhi
2. ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah Alu Syaikh
3. Zaid bin Fayyadh
4. Ahmad Ma‘bad
5. Shalih al-Atram
6. ‘Abdullah ar-Ru'ban
Daftar Kitab:
1. Ushul Fiqh Syaikhul Islam
2. Manhajun Mujazun fi Thalibil ‘Ilmi
3. Jarh wa Ta‘dil
4. Radd ‘alar Rafidhah
5. At-Tibyan
Nama beliau adalah Nāshir bin Hamad bin Humain al-Fahd, berasal dari kabilah Farahid, dari Asā’idah, dari al-Rawaqah dari ‘Utaibah, yang nenek moyangnya tersambung ke suku Bani Sa’d bin Bakr bin Hawāzin dari ‘Adnān. Ibu beliau bernama Nūra al-Ghazziy, garis keturunannya tersambung pada marga ad-Dawāsir.
Beliau lahir di Riyadh, Arab Saudi pada Syawwāl tahun 1388 H atau 1968 M dari sebuah keluarga Saudi yang tinggal di ats-Tsuwair. Kemudian keluarganya berpindah ke Riyādh, dan ayah beliau bekerja dengan Syaikh Muhammad ibn Ibrāhim, tinggal bersama beliau hingga Syaikh Muhammad meninggal. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, beliau mulai belajar teknik di Universitas Al-Malik Sa’ud.
Beliau merupakan siswa terbaik saat itu. Pada tahun ketiganya, beliau mengubah arah dan pergi untuk belajar Syarī’ah (hukum Islām) di Universitas Islam Imām Muhammad bin Su’ud dan menghafal Al-Qur’ān dalam 3 bulan. Beliau diangkat di Departemen ‘Aqīdah setelah lulus. Dan beliau diberi Ijāzah di perguruan tinggi pada tahun 1412 H, dan dia diminta untuk belajar di fakultas Syari’ah dan Ushulud Din kembali, sehingga beliau memilih Ushulud Din,beliau juga ditunjuk sebagai Ustādz di Thailand, di sana beliau didebat seorang Jahmī, lantas beliau menang telak, dan para penonton bertepuk tangan dan memuji beliau.
Dikatakan oleh putra beliau, “Beliau sangat suka dengan kitab-kitab, suka membaca, dan aku (anak Syaikh Nashir) tidak melihatnya selama satu jam saja di rumah tanpa sebuah kitab (di tangannya), dan beliau akan mengambil sebuah kitab bersamanya di mobil dan membacanya jika berhenti lampu merah di traffic light, maka bisa dikatakan beliau membaca selama 15 jam dalam sehari.”
Dan beliau unggul & tak tertandingi di sebagian besar bidang ilmu Syari’ah; dalam ‘Aqidah, Hadits, Rijāl al-Hadits[1], Fiqh, Ushūl al-Fiqh, dan Farāidh (ilmu waris). Beliau juga seorang ‘Ulama ahli sejarah dan Genealogi[2], dan pernah suatu ketika Syaikh Walid as-Sinani [fakkAllāhu asrah] ditanya tentang beberapa silsilah nasab, maka beliau menjawab, “Tanyalah kepada As’adī” - dalam pengaitan dengan kabilah Asā’idah yang berarti Syaikh Nāshir al-Fahd.
Dan beberapa professor bidang ‘Aqīdah di Universitas Imam Muhammad ibn Su’ud telah memberi tahu putra beliau bahwa: “Ayahmu adalah rekan saya dalam studi Master Degree, dan beliau adalah orang yang paling cerdas di antara kami, dan yang tercepat dalam menghafal dan memahami, dan tidak ada yang perlu dikritik darinya kecuali kerasnya saja.” Dan hal ini benar, karena memang jika beliau berdebat seseorang, beliau akan memanas, dan kemudian kemarahannya akan mendingin, beliau meminta maaf kepada lawannya.
Putra Syaikh Nāshir mengkisahkan bahwa ada seorang ustādz di bidang ‘Aqidah mengatakan kepada murid-muridnya: “Ada seseorang di departemen kami yang memiliki banyak syubhat/kesalahpahaman, dan tidak ada yang mampu berdiri untuk menghadapinya kecuali Nāshir al-Fahad.”
Pada tahun 1415 H beliau ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara Al-Hā’ir, dipenjara selama 3,5 tahun, dan dibebaskan pada tahun 1418 H.
Ulama Muwahhid satu ini berguru dengan masyayikh yang kredibel dengan sangat baik. Beliau berguru kepada banyak syaikh di antaranya:
- Syaikh ‘Abdul ‘Azīz bin ‘Abdullāh ar-Rājihi
- Syaikh ‘Abdul ‘Azīz bin ‘Abdullāh Alu Syaikh
- Syaikh Shālih al-Atram
- Syaikh ‘Abdullāh ar-Rukbān
- Syaikh Zaid bin Fayyād
- Syaikh Ahmad Ma’bad
Dan masih banyak lagi.
Syaikh telah menghafal sembilan kitab hadits berikut lengkap dengan semua jilidnya masing-masing;
1. Shahih al-Bukhari
2. Shahih Muslim
3. Sunan Abu Dāwud
4. Sunan at-Tirmidzi
5. Sunan Ibnu Mājah
6. Sunan an-Nasā’ī
7. Musnad Imām Ahmad
8. al-Muwaththa’ Imām Mālik
9. Sunan ad-Dārimi
Selain sembilan kitab hadits di atas, beliau juga menghafal 20 kitab penting dari Ushul dan ‘Aqidah dan selama 10 tahun dipenjara beliau telah menulis lebih dari 65 kitab.
Dan ketika Allah menguji kaum Muslimin dengan Amerika yang menyerang Afghanistan, Syaikh melakukan upaya untuk menyeru kaum Muslimin untuk mendukung saudara-saudara mereka dan memperingatkan mereka dari bersekutu dengan Kuffār melawan Muslim, dan beliau tidak mengubah pendiriannya ini sampai beliau dipenjara oleh rezim Thaghut Saudi pada tahun 1424 H.
Pada Mei tahun 2003 Syaikh Nashir al-Fahd ditangkap bersama dengan beberapa Syuyūkh lainnya dengan tuduhan palsu. Sampai saat ini Syaikh belum menjalani persidangan, beliau belum pernah dihukum karena kejahatan apapun dan karenanya dia belum menjalani persidangan apapun namun telah ditahan selama 10 tahun lebih dalam kondisi yang mengerikan.
Dan sejak saat itu hingga saat ini, beliau ditempatkan di penjara tersendiri/terpisah dari yang lain dan dicegah untuk melihat keluarganya atau berbicara dengan mereka sejak 6 tahun yang lalu.
Dan Allah telah membukakan keberkahan-Nya bagi beliau di penjara, dan bertambahnya ilmu yang luas, misalnya beliau menyelesaikan hafalan dari 9 kitab Hadīts dari Jam’i Yahya, telah menghafal sejumlah kitab dan Mutūn (matan-matan), telah membaca Majmū’ al-Fatāwa enam kali, menulis 85 risalah, dan beliau juga membuat Ushūl al-Fiqh dan Ushūl at-Tafsir dari Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah ke dalam sebuah syair yang terdiri dari lebih dari 800 baris.
Sepanjang penahanannya, beliau telah mengalami penyiksaan, penahanan secara sembunyi-sembunyi, perampasan obat-obatan penting untuk penyakitnya tanpa atau sedikit kontak dengan keluarga dan setelah 6 tahun beliau diizinkan menelepon keluarganya yang hampir tidak percaya. ketika beliau menelepon mereka. Penyiksaan berat yang dialami oleh beliau menyebabkan lengan kirinya lumpuh selama sebulan, dan sampai hari ini beliau masih mati rasa di bagian jempol karena mengabaikan perawatan medis setelah lumpuh. Ketika terlihat di pengadilan, beliau mengatakan kepada seorang saudara laki-lakinya, “Aku tahu aku akan mati di penjara seperti Ibnu Taimiyah.”
Dan beliau tetap menjadi sasaran fitnah di penjara, disiksa, mereka ingin mempermalukan beliau, tetapi beliau menolak, tetap teguh, sabar, hanya menginginkan pahala dari Allah Ta’ala, semoga Allah meningkatkan beliau dalam ketabahan dan membebaskannya.
Ketika Syaikh Sulaymān Al-‘Ulwān dibebaskan tahun 2012, beliau berkata, “Ingatlah selalu semua Asir Muslimin dalam do’a kalian, terutama Syaikh Nāshir Al-Fahd (karena beliau sedang mengalami penyiksaan khusus dan lebih banyak pelecehan setelahnya).”
Di antaranya goresan pena ilmu yang banyak beliau torehkan untuk ummat ini berupa makalah, risalah, maupun kitab seperti:
- Iqāmah al-Burhān ‘alā Wujūb Kasr al-Autsān
- Ushūl Fiqh Syaikh al-Islām Ibn Taimiyyah
- Manhaj al-Mutaqaddimin fīt Tadlīs
- ‘Indamā Yakūnu al-Jihād fī Sabīl Amrīkan
- Dhawābith Takfīr al-Mu’ayyan
- Dhawābith at-Takfīr
- Risālah fī Masyrū’iyyah al-Ighlāzh ‘alā ar-Rawāfidh
- Risālah fī Hukm al-Ghinā’ bil-Qur’ān
- Risālah fī ar-Radd ‘alā Syubhah lil-Murji-ah min Kalām Ibn Taimiyyah
- Haula Qāidah; Man Lam Yukaffir al-Kāfir fahuwa Kāfir
- Al-Farq Baina al-Kuffār wa Ahl al-Kitāb
- Ad-Daulah al-‘Utsmāmiyyah wa Mauqif Da’wah asy-Syaikh Muhammad ibn ‘Abdil Wahhāb minha
- At-Tahqīq fī Masail at-Tashfīq
Dan masih banyak lainnya.[3]
Semoga Allah membebaskan beliau, serta menjaga & meneguhkan beliau di atas Kebenaran.
[1] Ilmu yang membahas tentang keadaan dan sejarah kehidupan para perawi dan juga para golongan sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in.
[2] Ilmu yang mempelajari tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Sering disebut ilmu nasab.
[3] Biografi Syaikh Nāshir al-Fahd ini diterjemahkan secara ringkas dari tulisan putra beliau bernama Mush’ab ibn Nāshir al-Fahd pada 27/1/1434 dengan link (https://justpaste.it/Nasser_alfahaad)