data:post.title

Penjara; Jalannya Para Nabi

Penjara; Jalannya Para Nabi

Penjara; Jalannya Para Nabi

Oleh Syaikh Dr. Ahmad Walad al-Kuri al-‘Alawi asy-Syinqithi
 
Sungguh Nabi Yusuf ‘alaihissalam dipenjara selama beberapa tahun.

Allah Ta'ala berfirman,

ثُمَّ بَدَا لَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا رَأَوُا الْآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّى حِينٍ

“Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.” (QS. Yusuf: 35)

Maka keluarganya menjadi susah disebabkan pemenjaraan yang lama itu sampai ayahnya menderita dan menangisinya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

“Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, ‘Wahai, duka citaku terhadap Yusuf,’ dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).”

Dan begitu pula Nabi Musa ‘alaihissalam diancam dengan ancaman pemenjaraan, maka Fir‘aun berkata kepadanya,

قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ

“Fir'aun berkata, ‘Jika kamu menyembah Tuhan selain aku, maka sungguh aku akan menjadikan kamu salah seorang yang terpenjara.’” (QS. Asy Syu‘ara: 29)

Wahai, saudaraku yang terpenjara karena di jalan Allah. Bersabarlah dan berharaplah kepada Allah karena yang demikian ini adalah jalan para nabi dan rasul ‘alaihumussalam.

Sungguh imam mazhab yang empat, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syamsuddin Ibnul Qayyim, Abu Muhammad Ibnu Hazm, Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, Abul Fida Ibnu Katsir, Abul Sa'adat Ibnul Atsir, ‘Abdul Ghani Al Maqdisi, Muhammad bin Ahmad As Sarakhsi, Al Mahdi, Al ‘Izz bin ‘Abdussalam, dan selain dari mereka yang jumlahnya banyak telah merasakan penjara dan kamu berada di atas jejak mereka.

تطرق أهل الفضل دون الورى

مصائب الدنيا وآفاتها

فالطير لا يسجن من بينها

إلا التي تطرب أصواتها

Saudaraku yang terpenjara, ketahuilah bahwa tirani yang zalim itu tidaklah memenjarakanmu, kecuali karena mereka tidak mampu menjawabmu dengan dalil. Maka mereka menjawabmu dengan jawabannya Ahlul Bathil katakan pada hari pembakaran terhadap Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,

أحَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ

"Bakarlah dia dan bantulah Tuhanmu.” (QS. Al Anbiya: 68)

Begitu pula dengan hari di mana Fir'aun berkata kepada Musa ‘alaihissalam,

لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ

“Jika kamu menyembah Tuhan selain aku, maka sungguh aku akan menjadikan kamu salah seorang yang terpenjara.” (QS. Asy Syu‘ara: 29)

Maka dengan cara yang serupa, Jahmiyyah menjawab Imam Ahmad bin Hanbal dengan memberikan hukuman siksa cambuk. Dengan yang demikian ini pula, Ahlul Bid'ah menjawab dengan menjebloskan Ibnu Taimiyyah ke dalam penjara. Sungguh kamu berada di atas jejak ini.

Penulis: Syaikh Muhaddits Ahmad bin al-Kuri al-‘Alawi hafizhahullah
Penerjemah: M. Febby Angga ‘affallahu ‘anh
Sumber: Fawaid as-Sijjn fi Sabilillah, hlm. 2-3.
  1. Beranda
  2. /
  3. Sejarah
  4. /
  5. Penjara; Jalannya Para Nabi