data:post.title

Perbedaan antara Rasul dengan Nabi

Perbedaan antara Rasul dengan Nabi

Perbedaan antara Rasul dengan Nabi

Oleh Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman as-Sa‘ad 

Jumhur ulama membedakan antara rasul dengan nabi. Mereka berpendapat bahwa rasul adalah orang yang diutus kepada umat, tidak seperti nabi yang tidak diutus kepada umat.

Contohnya adalah Adam ‘alaihis salam, beliau adalah seorang nabi. Kemudian ada Nuh, beliau adalah seorang rasul karena beliau diutus kepada umat manusia.

Dalil pembedaan ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

وما أرسلنا من قبلك من رسولٍ ولا نبيٍ إلا ألقى الشيطان...

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan…” (QS. al-Hajj: 52)

Di sini Allah Jalla wa ‘Ala menyebutkan rasul dan juga menyebutkan nabi.

Sebagaimana juga terdapat dalam hadis syafaat yang panjang,

...أن آدم عليه السلام قال: اذهبوا إلى نوح فإنه أول رسول...

“…bahwasanya Adam ‘alaihis salam berkata: Pergilah kepada Nuh karena beliau adalah rasul yang paling awal…”

Di sini terdapat pembedaan antara rasul dengan nabi karena Adam adalah seorang nabi dan Nuh adalah seorang rasul.

Dalam hadits Abu Dzar dikatakan,

أن الله أرسل ١٢٤ ألف نبي والرسل٣١٣

“Sesungguhnya Allah mengutus 124 ribu nabi dan mengutus 313 rasul.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan merupakan hadits mungkar batil.

Adapun yang shahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim dan selainnya dari hadits Abu Umamah, bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أنَّ الله عز وجل أرسل ٣١٥ رسول

“Sesungguhnya Allah ‘Azzal wa Jalla mengutus 315 rasul.”

Hadits ini shahih.

Penerjemah: M. Febby Angga

  1. Beranda
  2. /
  3. Akidah
  4. /
  5. Perbedaan antara Rasul dengan Nabi