Tidak Bermazhab adalah Azab; Bermazhab adalah Rahmat
Tidak Bermazhab adalah Azab; Bermazhab adalah Rahmat
Tidak Bermazhab adalah Azab; Bermazhab adalah Rahmat
Oleh Syaikh ‘Abdurrazzaq bin Ghalib al-Mahdi
Tidak bermazhab menurut sebagian orang adalah rahmat, padahal itu adalah fitnah perpecahan dan azab. Medan jihad tumbuh dengan kekacauan fatwa sejak peristiwa al-Jazair tahun 1990.
Sesungguhnya bermazhab adalah rahmat meskipun terdapat perbedaan. Perbedaan di antara para imam mazhab itu terkendali. Berbeda dengan perselisihan para penuntut ilmu dan orang kekinian, peselisihan mereka menyebabkan leher-leher manusia terpenggal.
Semoga Allah merahmati Ibnu Mas’ud ketika beliau berkata,
"لا يزال الناس بخير ما أتاهم العلم من أصحاب محمد صلى الله عليه و سلم ومن أكابرهم. فإذا جاء العلم من قبل أصاغرهم فذاك حين هلكوا"
“Senantiasa manusia dalam kebaikan selama ilmu mendatanginya dari para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dari ulama besar mereka. Apabila ilmu datang dari orang rendahan mereka, maka itulah waktu mereka binasa.” (al-Kabir oleh ath-Thabrani, no. 8589)
Penulis: ‘Abdurrazzaq bin Ghalib al-Mahdi
Penerjemah: M. Febby Angga
Sumber: https://t.me/abedalrazzak/2640